Mantan bintang Arsenal mundur dari liputan final Liga Champions setelah dicemooh oleh fans PSG
Rina Kusumawati May 28, 2026 07:52 AM

'Mereka menghina ibu saya!' - Mantan pemain Arsenal, Samir Nasri, memutuskan mundur dari tugas komentator untuk liputan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest demi menghindari pelecehan lebih lanjut. Gelandang yang telah pensiun itu menjadi sasaran ejekan dari kelompok ultras PSG saat semifinal di Munich, sehingga ia memilih untuk tidak bergabung dalam tim siaran tepi lapangan pada laga besar tersebut.


Pertemuan juara liga domestik di Budapest


Menurut laporan media Prancis Le Parisien, Nasri tidak akan berangkat ke Budapest untuk final Liga Champions yang sangat dinanti antara Paris Saint-Germain dan Arsenal. Stasiun televisi Canal+ awalnya telah menugaskan Nasri sebagai komentator di tepi lapangan, namun daftar terbaru yang dikirim ke UEFA tidak lagi mencantumkan namanya.


Final ini mempertemukan dua juara liga domestik; PSG merupakan juara bertahan Eropa dan mencapai babak ini setelah menang agregat 6-5 atas Bayern Munich. Sementara itu, The Gunners melaju ke final setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Nasri memilih untuk tidak hadir demi menghindari suasana permusuhan seperti yang ia alami di Allianz Arena pada semifinal sebelumnya.


Warisan Marseille picu kebencian yang tak kunjung padam


Pendukung PSG dikenal memiliki basis fans yang fanatik, dan kelompok ultras mereka masih melihat Nasri sebagai mantan pemain Marseille. Sebelum berkarier di Liga Inggris, Nasri telah mencatat 166 penampilan bersama klub asal pelabuhan selatan Prancis itu. Rivalitas mendalam antara kedua klub membuatnya menjadi sasaran ejekan tanpa henti di Munich, di mana para ultras menghina dirinya saat siaran langsung. Kontras terlihat jelas ketika penonton memberikan tepuk tangan meriah untuk mantan winger PSG, David Ginola, namun melontarkan cemoohan ke arah Nasri. Ejekan itu bahkan berlanjut lama setelah pertandingan berakhir, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mundur.


Nasri mengonfirmasi kabar tersebut kepada L’Equipe, dengan mengatakan: “Ya, itu benar. Tapi itu sudah jadi bagian dari permainan, sebagai mantan pemain Marseille, saya memang akan dihina oleh fans Paris… Meskipun saya pikir mereka seharusnya sibuk merayakan lolos ke final (tersenyum).”


Ia menambahkan: “Yang membuat saya terganggu adalah mereka menghina ibu saya... Tapi itu bukan alasan saya tidak akan pergi ke Budapest untuk final.”


“Ini bukan pertama kalinya saya dihina di stadion, dan tentu bukan yang terakhir. Jika saya terlalu memikirkannya, saya akan berhenti bekerja di TV dan berhenti datang ke pertandingan,” lanjutnya. “Laga ini adalah PSG-Arsenal, jadi lebih baik diisi oleh Robert Pires, yang merupakan penggemar berat The Gunners, dan David Ginola, yang pendukung setia PSG, dibanding saya yang netral. Arsenal memang mantan klub saya, tapi hubungan saya dengan para suporternya tidak bisa dibilang luar biasa.”


Sengketa pajak dan pesanan Deliveroo


Kebencian terhadap Nasri semakin memuncak ketika sebagian penonton menggunakan pengeras suara untuk berulang kali meneriakkan “bayar pajak”. Seruan ini merujuk pada kasus di luar lapangan yang mencuat pada bulan Maret lalu, ketika surat kabar Les Echos melaporkan bahwa otoritas pajak menyita aset Nasri senilai sekitar €5,5 juta akibat dugaan tunggakan pajak.


Perselisihan ini berpusat pada status domisilinya di Dubai, di mana otoritas menuduh bahwa Nasri sebenarnya menghabiskan lebih dari 200 hari per tahun di Prancis. Untuk mendukung klaim tersebut, penyelidik disebut menggunakan bukti berupa 212 pesanan makanan yang dikirim ke alamat di Paris melalui aplikasi Deliveroo. Pihak pengacara Nasri dengan tegas membantah adanya utang pajak tersebut, namun pemberitaan negatif itu memicu ejekan yang semakin keras dari tribun penonton di Jerman.


Langkah selanjutnya bagi sang komentator


Meski mundur dari tugas tepi lapangan, pria berusia 38 tahun itu tetap akan tampil di layar kaca akhir pekan ini. Setelah pertandingan final yang dinantikan pada Sabtu, Nasri akan bergabung dengan panel studio di Paris untuk memberikan analisis pasca-pertandingan. Bersama Mickael Landreau, ia akan menyajikan pandangan dan analisis ahli dalam suasana yang lebih terkendali, jauh dari kerumunan yang bermusuhan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.