TRIBUNNEWS.COM - Meta secara resmi meluncurkan layanan langganan berbayar untuk tiga aplikasi andalannya, yaitu Facebook, Instagram, dan WhatsApp pada hari Rabu waktu setempat (27/5/2026).
Langkah besar ini diambil oleh raksasa teknologi tersebut sebagai upaya untuk mendiversifikasi sumber pendapatan agar tidak lagi hanya bergantung pada lini iklan.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Head of Product Meta, Naomi Gleit, melalui sebuah unggahan video di Instagram.
Ia mengumumkan peluncuran Facebook Plus, Instagram Plus, dan WhatsApp Plus secara global.
Ke depannya, Meta juga berencana menyiapkan paket langganan lain yang ditujukan bagi pelaku bisnis, kreator, serta produk berbasis kecerdasan buatan (AI).
Keputusan ini muncul di tengah sorotan tajam dari para investor terkait pembengkakan anggaran Meta untuk pengembangan AI.
Perusahaan ini memperkirakan pengeluaran modal mereka yang sebagian besar dialokasikan untuk pusat data AI mencapai antara 125 miliar dolar AS hingga 145 miliar dolar AS (sekitar Rp2.231,25 triliun hingga Rp2.588,25 triliun). tahun ini.
Menyusul pengumuman tersebut, saham Meta dilaporkan langsung melonjak hampir tiga persen.
Baca juga: Cara Mematikan Fitur Instants di Instagram agar Tidak Salah Kirim Foto
Berdasarkan laporan yang beredar, layanan Instagram Plus dan Facebook Plus akan dibanderol dengan harga 3,99 dolar AS per bulan (sekitar Rp71.221).
Sementara itu, layanan WhatsApp Plus akan dikenakan biaya sebesar 2,99 dolar AS per bulan (sekitar Rp53.371).
Pengguna yang berlangganan Instagram Plus dan Facebook Plus akan mendapatkan akses ke fitur-fitur ekstra.
Fitur tersebut mencakup analitik yang lebih mendalam, statistik untuk melihat siapa saja yang menonton ulang cerita (story), jangkauan audiens yang lebih luas, serta opsi kustomisasi profil.
Di sisi lain, WhatsApp Plus akan berfokus pada personalisasi pengguna.
Adapun personalisasi yang dimaksud adalah fitur seperti stiker premium, nada dering khusus, dan tema aplikasi yang unik.
Gleit juga menambahkan bahwa di masa mendatang, Meta memiliki target untuk menyatukan berbagai penawaran layanan berbayar ini di bawah satu payung merek tunggal yang dinamakan "Meta One".
Langkah menghadirkan model berbayar ini sebenarnya bukan hal baru bagi Meta.
Pada tahun 2023 lalu, Meta sempat meluncurkan versi bebas iklan berbayar untuk Facebook dan Instagram khusus di wilayah Eropa demi mematuhi undang-undang privasi data Uni Eropa.
Layanan tersebut memberikan pilihan bagi pengguna untuk tetap menggunakan aplikasi secara gratis dengan iklan, atau membayar untuk pengalaman tanpa iklan.
(Tribunnews.com/Bobby)