Warga Blitar Tewas Tertabrak KA Penataran di Surabaya, Terpental Sejauh 10 Meter
Eko Darmoko May 28, 2026 11:35 AM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pria berinisial SD (48) warga Dusun Wonorejo, Slemanan, Undanawu, Kabupaten Blitar, tewas tersambar Kereta Api (KA) Penataran, Rute Surabaya-Blitar di rel perlintasan Jalan A Yani, Wonocolo, Surabaya, Kamis (28/5/2026) dini hari.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya, Ipda Abdul Rohim, korban ditemukan tergeletak di samping sisi timur rel KA, sekitar pukul 04.40 WIB.

Luka yang dialami hingga menyebabkan meninggal dunia di lokasi, meliputi luka pada kepala, patah tulang tangan kanan dan tulang kaki kiri.

Bahkan, menurut keterangan saksi penjaga pos perlintasan KA, tubuh korban sempat terpental sejauh 10 meter akibat tersambar lokomotif KA yang melintas.

"Ini kejadian jam 04.40 dari kereta yang melintas arah utara ke selatan."

"Kereta yang melintas adalah kereta Surabaya Blitar Penataran," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Viral Pendangkalan Kali Jagir Surabaya, DPRD Minta BBWS Segera Bertindak untuk Mengatasinya

Kronologinya, menurut Rohim, korban berjalan di bahu rel KA tersebut.

Dan, korban diduga tidak menyadari kedatangan KA, meskipun sudah diklakson.

Tak pelak, tubuh korban tersambar KA hingga terpental sejauh 10 meter ke tepi bahu rel KA.

Kemudian, petugas penjaga pos KA, berinisial MS (79) melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polisi setempat.

"Untuk sementara kronologinya itu pada saat kereta jalan si korban ini ada di tepi rel kereta api."

"Kemungkinan waktu di klakson-klakson sama kereta itu korban tidak mendengar atau bagaimana kami belum tahu lebih lanjut akhirnya terjadi kecelakaan," terangnya.

Setelah petugas melakukan olah TKP, Rohim mengungkapkan, pihaknya menemukan tas selempang warna abu-abu diduga kuat milik korban.

"Barang-barang sementara belum ada cuma ada tas cangklong kecil abu-abu, tanpa ada identitas."

"Tadi uang recehnya itu ada di dalam tas kemudian terlempar keluar ketika tertabrak," katanya.

Mengenai dugaan penyebab insiden tersebut, Rohim mengaku masih menyelidikinya.

Karena, dirinya harus menunggu proses visum terhadap jenazah korban.

"Pukul 07.00 WIB Proses olah TKP rampung. Jenazah Korban dibawa menuju RS Bhayangkara untuk dilakukan visum autopsi dengan menggunakan ambulan dari Dinsos Kota Surabaya," pungkasnya.

Di lain sisi, pengendara ojek online (Ojol) Budi mengatakan, dirinya sempat melihat mobil ambulans berhenti lama di bahu jalan raya tersebut.

Ternyata, ambulans tersebut sedang menunggu evakuasi jenazah orang tertabrak KA. Namun, dirinya tidak mengetahui kronologi detail kejadiannya.

"Pagi tadi, ambulan lama di sana. Saya enggak tahu jenis kelamin yang tertabrak," ujar Budi. 

Baca juga: Modus Ganti Pelat Kelabui Tetangga, Jejak Pelaku Curanmor di Surabaya Terhenti Diterjang Timah Panas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.