Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji Indonesia mulai memadati kawasan Jamarat di Mina untuk melakukan prosesi lempar jumrah sejak Rabu, 27 Mei 2026.
Prosesi ini dilakukan setelah jemaah haji mabit atau bermalam di Muzdalifah sejak Selasa, 26 Mei 2026 hingga tengah malam.
Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian wajib dalam ibadah haji yang dilakukan dengan melempar tujuh batu kerikil ke tiga tiang jumrah di kawasan Jamarat.
Pada hari pertama atau Rabu kemarin, jemaah melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali lemparan.
Sementara pada hari-hari tasyrik mulai 11-13 Dzulhijjah 1447 H atau Rabu-Jumat, 28-30 Mei 2026, jemaah melanjutkan lempar jumrah ke tiga titik, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Pantauan Tribunnews.com di kawasan Jamarat, Rabu kemarin, suasana terlihat sangat ramai dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.
Arus pergerakan jemaah menuju lokasi lempar jumrah tampak terus mengalir sejak pagi hari.
Jalan-jalan utama menuju Jamarat, termasuk terowongan Mina yang berjarak 4,5 Km dipenuhi lautan manusia dengan dominasi jemaah berpakaian ihram putih.
Tidak hanya jemaah asal Indonesia, kawasan tersebut juga dipadati jemaah dari berbagai negara seperti Turki, Pakistan, India, hingga Kyrgyzstan.
Cuaca panas Mina yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius tidak menyurutkan semangat jemaah haji untuk menuntaskan rangkaian ibadah haji.
Banyak jemaah terlihat membawa payung, semprotan air, hingga handuk basah untuk mengurangi paparan panas selama perjalanan menuju Jamarat.
Di sepanjang jalan menuju Jamarat pun, kalimat Talbiyah sering terdengar dilantunkan para jemaah haji.
Kalimat Labbaik Allahumma Labbaik menggema dari berbagai penjuru, menambah kekhusyukan suasana di tengah padatnya arus jemaah menuju lokasi lempar jumrah.
Baca juga: Wamenhaj: Fase Haji di Mina Paling Banyak Menguras Energi Jemaah
Sementara itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia melempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Pasalnya, pada jam-jam tersebut, cuaca sangat panas serta kondisi jamarat yang sangat padat.
"Seluruh jemaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan bahwa pukul 10.00 pagi ini hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda," ujar Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heryawan, dalam keterangan video yang diterima Tim Media Center Haji, Rabu (27/5/2026).
Ian mengatakan, larangan tersebut datang dari Kementerian Haji Arab Saudi.
Menurut Ian yang juga Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, larangan ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh jemaah haji, khususnya Indonesia.
"Kami memerintahkan kepada seluruh jajaran petugas yang ada di lapangan untuk melaksanakan instruksi ini dengan sebaik-baiknya," kata pensiunan jenderal bintang tiga TNI AL tersebut.
Lebih lanjut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merilis jadwal lempar jumrah bagi jemaah haji Indonesia selama hari tasyrik.
Jadwal ini dibagi dalam beberapa sesi waktu sebagai panduan bagi jemaah untuk menghindari kepadatan di kawasan Jamarat.
Berikut jadwal lempar jumrah bagi jemaah Indonesia:
1. Jumrah Tasyrik 11 Dzulhijjah 1447 H (Kamis, 28 Mei 2026)
Waktu lempar:
Sesi 1: Kamis, 28 Mei 2026 pukul 17.00–24.00 Waktu Arab Saudi
Sesi 2: Jumat, 29 Mei 2026 pukul 00.00–04.00 Waktu Arab Saudi
Waktu larangan:
Kamis, 28 Mei 2026 pukul 11.00–18.00 Waktu Arab Saudi
2. Jumrah Tasyrik 12 Dzulhijjah 1447 H (Jumat, 29 Mei 2026)
Waktu lempar:
Sesi 1: Jumat, 29 Mei 2026 pukul 05.00–10.30 Waktu Arab Saudi
Sesi 2: Jumat, 29 Mei 2026 pukul 18.00–24.00 Waktu Arab Saudi
Waktu larangan:
Jumat, 29 Mei 2026 pukul 11.00–14.00 Waktu Arab Saudi
3. Jumrah Tasyrik 13 Dzulhijjah 1447 H (Sabtu, 30 Mei 2026)
Waktu lempar:
Sesi 1: Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 05.00–12.00 Waktu Arab Saudi
(*)