Tentara Israel dikabarkan meminta bantuan Amerika Serikat (AS) setelah beberapa drone Hizbullah menyerang situs militer di utara wilayahnya.
Komandan Angkatan Darat Israel Mayjen Nadav Lotan dijadwalkan terbang ke AS dalam beberapa hari untuk mengawasi pembelian sistem anti-drone.
Serangan ini dikonfirmasi media setempat dengan menyebut beberapa drone Hizbullah meledak di posisi militer pada Rabu (27/5).
Sementara itu, pejabat militer Israel menyebut tidak ada batasan anggaran dalam upaya menghadapi ancaman drone Hizbullah yang semakin meningkat.
Kini, militer Israel tengah mengembangkan sistem deteksi baru untuk memberikan peringatan dini terhadap drone peledak.
Sistem tersebut dikabarkan serupa dengan sistem peringatan rudal anti-tank.
Sementara itu, Hizbullah terus meluncurkan drone berisi bahan peledak selama 24 jam terakhir.
Serangan itu dilangsungkan ke arah pasukan Israel di Lebanon selatan dan dalam wilayah Israel.
Sejumlah anggota tim keamanan di permukiman Israel utara terluka akibat serangan drone saat hendak membantu tentara yang sebelumnya diserang.
Hizbullah mengklaim melakukan beberapa serangan drone terhadap pasukan dan kendaraan militer Israel, termasuk platform Iron Dome.
Serangan ini juga direspons Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ia menyebut drone Hizbullah sebagai "ancaman besar" karena sulit dideteksi dan dicegat secara efektif.