Kerbau ‘Donald Trump’ Batal Disembelih saat Idul Adha, Kini Dipindah ke Kebun Binatang
Glery Lazuardi May 28, 2026 01:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Seekor kerbau albino di Bangladesh yang viral karena disebut mirip Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, batal disembelih pada perayaan Iduladha 2026.

Hewan unik tersebut kini dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional Bangladesh untuk dirawat dan dilindungi.

Baca juga: Update Kerbau Kurban Disebut Mirip Trump, Tak Disembelih Berkat Mendagri Bangladesh

Viral di Media Sosial

Kerbau seberat sekitar 700 kilogram itu menjadi sorotan publik setelah foto dan videonya beredar luas di media sosial.

Banyak warga menilai rambut pirang bergelombang milik kerbau tersebut menyerupai gaya rambut khas Trump.

Di Bangladesh, negara mayoritas Muslim di Asia Selatan, Iduladha dirayakan pada Kamis (28/5/2026) dengan tradisi penyembelihan hewan kurban. Namun, pemerintah setempat memutuskan membatalkan penyembelihan kerbau albino tersebut hanya beberapa jam sebelum dilakukan.

Dibawa ke Kebun Binatang

Menurut laporan media internasional, kerbau yang diberi nama “Donald Trump” itu kemudian dibawa ke Kebun Binatang Nasional Bangladesh untuk menjalani perawatan khusus.

Kurator Kebun Binatang Nasional Bangladesh, Atiqur Rahman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kandang khusus dan pengasuh untuk hewan tersebut.

“Kami telah menyediakan kandang untuk kerbau albino dan menugaskan seorang pengasuh,” ujar Rahman pada Rabu (27/5/2026).

Ia menambahkan bahwa kerbau tersebut akan menjalani masa karantina selama dua pekan sebelum diperkenalkan kepada publik.

Baca juga: Viral Kerbau Pirang Diberi Nama Donald Trump di Bangladesh, Segera Disembelih untuk Idul Adha

Alasan Pemberian Nama Trump

Mantan pemilik kerbau, Zia Uddin Mridha (38), mengungkapkan bahwa nama Trump diberikan oleh saudaranya karena penampilan bulu hewan itu dianggap sangat unik dan mencolok.

Menurutnya, sejak viral di internet, banyak warga datang hanya untuk melihat langsung kerbau albino tersebut.

Mridha mengaku sempat menjual kerbau itu menjelang Iduladha. Namun, aparat kepolisian turun tangan setelah pemerintah memerintahkan penyelamatan hewan langka tersebut.

Petugas Kepolisian Keraniganj Dhaka, Ruhul Qudus, mengatakan departemen peternakan meminta kerbau tersebut diamankan karena termasuk hewan langka dan masih berusia muda.

“Departemen peternakan meminta kami untuk mengambil kerbau itu dari pemiliknya karena merupakan hewan langka,” ujar Qudus.

“Mereka mengatakan bahwa kerbau albino itu masih sangat muda, dan dapat dipelihara selama beberapa tahun,” lanjutnya.

(Kompas.TV/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.