Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Setelah 20 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer, Roni Rinaldi akhirnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara.
Baca juga: 17 Tahun Honorer di Aceh Tenggara, Asmah Akhirnya Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu
Roni Rinaldi (51), warga Desa Kota Kutacane, Kecamatan Babussalam, selama ini bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) di bagian taman dan halaman Kantor DPRK Aceh Tenggara.
Kepada wartawan TribunGayo.com pada Kamis (28/5/2026), Roni mengaku mulai bekerja sebagai tenaga honorer sejak Oktober 2006 hingga tahun 2026.
Selama dua dekade mengabdi, duda satu anak itu tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh kesabaran demi memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anaknya yang kini menempuh pendidikan di pondok pesantren di Aceh Tenggara.
Sejak berpisah dan resmi bercerai dengan istrinya, Roni tinggal bersama ibu kandungnya di Kota Kutacane.
Ia menceritakan, setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pasca gempa bumi dan tsunami Aceh tahun 2004, dirinya sempat pulang ke kampung halamannya di Bernuen, Gampong Cot Tite Kemala, Kabupaten Pidie.
Baca juga: Kabar Gembira! Sore Ini Bupati Aceh Tenggara Serahkan SK PPPK Paruh Waktu
Namun, atas permintaan almarhum ayahnya, Dasril, ia kembali ke Aceh Tenggara pada tahun yang sama.
Selama beberapa waktu di Aceh Tenggara, Roni sempat menganggur sebelum akhirnya diterima bekerja sebagai tenaga bakti di Sekretariat DPRK Aceh Tenggara pada Oktober 2006 dengan tugas menjaga kebersihan kantor.
Pria kelahiran Kuala Simpang, 21 Oktober 1974 itu memiliki seorang anak laki-laki bernama Riri Amanda yang kini berusia 14 tahun.
Roni mengatakan, saat pertama bekerja ia hanya menerima gaji sebesar Rp300 ribu per bulan.
Meski penghasilannya kecil, ia tetap bertahan bekerja sebagai petugas kebersihan hingga akhirnya gajinya meningkat menjadi Rp1 juta per bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Roni juga kerap mencari penghasilan tambahan dengan bekerja sebagai buruh kasar sepulang dari pekerjaannya di kantor.
"Alhamdulillah, saya sudah lulus PPPK Paruh Waktu, terimakasih Bapak Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry," kata Roni Rinaldi dengan penuh ceria menceritakan pengalamannya. (*)
Baca juga: Kabar Gembira! Ribuan PPPK Paruh Waktu di Aceh Tenggara akan Terima SK