Histeris Pacar Anggi Aulia Arsyad, Rencana Lamaran Bulan Depan Pupus, Tewas Dibuang di Jalanan Bogor
Rusaidah May 28, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Kematian Anggi Aulia Arsyad atau Anggi (25) menyisakan duka mendalam.

Selain keluarga dan rekan kerja, histeris pilu dirasakan sang pacar yang datang jauh-jauh ke Bogor dari Makassar.

Insiden tragis menimpa Anggi tersebut terjadi di Simpang Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu, 23 Mei 2026 lalu.

Sang kekasih yang berencana melamar Anggi bulan depan pun pupus.

Pasalnya sang pacar tewas dihabisi Febry Ambon.

Anggi tewas setelah dibunuh oleh teman sekolahnya sendiri, Muhammad Febry alias Febry Ambon (26).

Kematian tragis wanita muda ini sekaligus meluruskan simpang siur mengenai hubungan antara korban dan pelaku. 

Kasus ini bermula dari komunikasi lama yang sempat terputus.

Anggi dan Febry Ambon sebenarnya merupakan teman lama semasa menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Hingga akhirnya mereka mengadakan pertemuan, lalu Anggi mengucapkan kata-kata yang membuat Febry Ambon sakit hati.

Pengakuan Febry Ambon, Anggi melontarkan candaan tentang orang tua dimana Febry ternyata sudah yatim piatu.

Sejak saat itu, Febry memendam sakit hati lalu mengajak Anggi bertemu lagi dengan membawa golok.

Febry Ambon kemudian mengancam Anggi dengan golok tersebut sekaligus meminta sejumlah uang sebagai syarat berdamai.

KASUS WANITA TEWAS -- Keluarga wanita tewas bernama Anggi Aulia yang ditemukan tergeletak di jalanan Bogor ingin pelaku dihukum berat.
KASUS WANITA TEWAS -- Keluarga wanita tewas bernama Anggi Aulia yang ditemukan tergeletak di jalanan Bogor ingin pelaku dihukum berat. (Instagram/@bintangtimur_law)

Karena Anggi menolak memberikan uang, Febry Ambon langsung menjerat leher Anggi dengan dasi hingga korban jatuh pingsan.

Tak berselang lama, Febry Ambon melihat Anggi bergerak lalu nekat melempar korban keluar mobil dari jalan Tol BORR di atas Jalan KH Sholeh Iskandar kawasan Yasmin.

Kekasih Asli Anggi Datang

Beredar kabar, pelaku pembunuhan adalah pacar Anggi.

Kakak kandung korban, Humaira (35), secara tegas meluruskan kabar simpang siur tersebut.

Baca juga: ‘Cuma 1 Nyawa’ Postingan Terakhir Anggi Aulia Arsyad Sebelum Tewas Dibuang dari Atas Jalan Tol Bogor

Ia menjelaskan Anggi memiliki pacar namun keberadaannya ada di Makassar.

Bahkan hubungan Anggi dan pacarnya sudah sangat serius.

Mereka berencana akan melangsungkan acara lamaran pada bulan depan.

“Bulan depan (rencana lamaran) cuma pernikahannya kita belum tahu,” ujarnya.

Mendengar kabar duka tersebut, pacar Anggi langsung terbang dari Makassar untuk datang ke Bogor demi melihat kondisi korban untuk terakhir kalinya.

“Pacarnya dari Makassar kemarin datang,” kata Humaira.

Ia menjelaskan bahwa Anggi selama ini memang dikenal sangat baik kepada semua teman sekolahnya.

Oleh karena itu, ia memastikan hubungan Anggi dan Febry Ambon murni hanya sebatas teman lama semasa SMK yang sudah lama tidak bertemu.

“Emang dasarnya adik aku baik, baik sama temen-temenya aku punya bukti dirumah dia di SMP temen cowoknya banyak, dia memang baik sama temennya,” tambah Humaira.

Pihak keluarga kini mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan sanksi terberat kepada Febry Ambon.

Humaira ingin tersangka mendapat hukuman mati yang setimpal dengan perbuatannya yang telah merenggut nyawa dan masa depan adiknya.

Postingan Terakhir       

Kasus ini pun langsung menggegerkan warga sekitar sekaligus memicu perhatian publik di media sosial.

Di tengah ramainya pembahasan soal kasus tersebut, unggahan terakhir Anggi di media sosial ikut menjadi sorotan.

Sebelum meninggal dunia, Anggi sempat menuliskan kalimat singkat bernada reflektif, yakni ‘Cuma 1 nyawa’.

Postingan itu kini ramai dikaitkan netizen sebagai firasat sebelum kematiannya yang tragis.

"Harus sehat ya.. Karena cuma ada 1 nyawa, bukan 9 nyawa," tulisnya di Thread.

Baca juga: Nasib Wanita Cantumkan Nama Ady Irawan DPRD Pangkalpinang Palsukan KK dan Akta Kelahiran Anak

Selain itu Anggi juga menulis tentang apresiasi terhadap diri sendiri.

"Hai diriku, Terima kasih untuk segala perjuangan yang sudah kamu lewati. Terima kasih sudah sampai di titik ini. 

Kamu berhasil menjadi versi terbaikmu walaupun banyak ovt dan nangisnya.

I’m really proud of you. You did it pretty.

Aku percaya bahwa masa depan yang cerah itu sungguh ada, meski perjalanan hidup ke depannya membawa banyak tantangan serta peluang and I know this is just the beginning not the end. Semangatttt," tulisnya pada 2025 silam.

Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran polisi dan rekaman CCTV, tubuh Anggi diduga dibuang dari atas Tol BORR oleh pelaku berinisial MF.

Baca juga: Detik-detik CCTV Bongkar Anggi Aulia Gadis 25 Tahun Dijatuhkan Pelaku dari Atas Tol Bogor

Dugaan tersebut membuat publik semakin geram lantaran korban diduga menjadi korban pembunuhan sadis oleh orang yang dikenalnya sendiri.

Keluarga dan orang-orang terdekat Anggi pun berharap kasus tersebut dapat diusut tuntas.

Mereka meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman setimpal kepada pelaku atas kematian tragis wanita muda tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait motif pelaku melakukan tindakan keji tersebut.

Sementara itu, kepergian Anggi meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya yang selama ini mengenal korban sebagai sosok perempuan baik dan penuh semangat dalam bekerja.

Profil Anggi Aulia

Anggi diketahui merupakan anak yatim piatu yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak masih kecil. 

Sosok yang selama ini menggantikan peran orang tua korban, Samsudin, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian keponakannya itu.

"Kebetulan saya pengganti orang tuanya, saya juga omnya merangkap orang tua. Almarhumah ini adalah keponakan saya, anak dari kakak saya, kebetulan ibunya itu saudara dengan saya dan kedua orang tuanya sudah meninggal," kata Samsudin kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Di mata keluarga dan rekan kerja, Anggi dikenal sebagai perempuan mandiri yang tekun bekerja. 

Baca juga: Berlaku Mulai Hari Ini, Korea Selatan Bebaskan Visa Turis Indonesia, Minimal 3 Orang Durasi 15 Hari

Perempuan kelahiran Makassar, 10 Agustus 2000 itu bekerja sebagai staf di sebuah kantor hukum di wilayah Depok, Jawa Barat.

WANITA TEWAS -- Sosok Anggi Auliya wanita tewas di jalanan Bogor. Sebelum ditemukan meninggal dunia, Anggi sempat berpamitan kepada keluarga untuk keluar rumah.
WANITA TEWAS -- Sosok Anggi Auliya wanita tewas di jalanan Bogor. Sebelum ditemukan meninggal dunia, Anggi sempat berpamitan kepada keluarga untuk keluar rumah. (Threads/@anggiauliya_aaa)

Kerja kerasnya selama ini bahkan membuat Anggi mampu memiliki kendaraan pribadi di usia muda. 

Hal itulah yang membuat keluarga menduga pelaku sudah memiliki niat jahat sejak awal.

"Almarhum anak saya ini sudah rezekinya dibukakan sama Allah, dia sudah kerja punya mobil sendiri, dia udah punya motor mungkin temannya melihat di IG, FB atau statusnya," katanya.

Kecurigaan keluarga mengarah pada dugaan perampasan barang milik korban yang telah direncanakan sebelumnya.

"Seorang penjahat kalau melihat yang wah-wah kalau pikirannya jahat pasti ada akan dilaksanakan dan apalagi almarhum sudah diajak ngopi," ujar Samsudin.

Sebelum pergi malam itu, keluarga sebenarnya sempat mengingatkan Anggi agar tidak pulang terlalu larut. 

Korban juga memilih meninggalkan sepeda motornya di rumah dan pergi menggunakan mobil pribadi.

Pihak keluarga membantah isu yang menyebut pelaku adalah pacar korban. 

Menurut Samsudin, hubungan keduanya hanya sebatas teman sekolah.

"Itu (pelaku) bukan pacar. Kalau ada di media itu bukan, kalau alibi pacar saya membantah karena saya sebagai orang tua kalau dia pacar pasti tahu. Untuk itu, ini murni pelaku ada niat untuk berbuat mengambil sesuatu darinya (korban)," katanya.

Meski begitu, keluarga masih menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian terkait motif lengkap dalam kasus tersebut.

"Tapi saya yakin percaya motifnya adalah sudah direncanakan. Makanya harapan kami dia dikenakan pasal berlapis," ucapnya.

Detik-detik CCTV Bongkar Insiden Tragis

Anggi Aulia Arsyad (25), gadis asal Kemang, Kabupaten Bogor, yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Simpang Yasmin, Kota Bogor. 

Kematian Anggi Aulia, yatim piatu ini menyedot perhatian publik yang ditemukan tragis.

Polisi pun menelusuri penyebab kematian Anggi Aulia yang diduga menjadi kasus pembunuhan.

Baca juga: Daftar Lengkap 26 Harga HP Samsung Seri A, S dan Z Terbaru Mei 2026

Dugaan pembunuhan pun terbongkar setelah rekaman CCTV memperlihatkan tubuh korban diduga dijatuhkan dari atas Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) oleh pelaku.

Sebelum kabar duka itu datang, keluarga sama sekali tidak menaruh curiga. 

Anggi hanya berpamitan untuk bertemu teman semasa SMK dan nongkrong sambil ngopi. 

Namun beberapa jam kemudian, perempuan yang dikenal ramah dan pekerja keras itu justru ditemukan tak bernyawa di pinggir Jalan Sholeh Iskandar, Sabtu (23/5/2026) dini hari.

Korban ditemukan sekitar pukul 01.15 WIB dalam kondisi tanpa identitas maupun barang pribadi. 

Penemuan jasad tersebut langsung memicu penyelidikan aparat kepolisian.

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya menangkap terduga pelaku di Tol Cisumdawu. 

Pelaku diketahui merupakan teman sekolah korban, bukan kekasih seperti isu yang sempat beredar di media sosial.

Keluarga korban pun terpukul. 

Anggi diketahui merupakan anak yatim piatu yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak masih kecil. 

Sosok yang selama ini menggantikan peran orang tua korban, Samsudin, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian keponakannya itu.

"Kebetulan saya pengganti orang tuanya, saya juga omnya merangkap orang tua. Almarhumah ini adalah keponakan saya, anak dari kakak saya, kebetulan ibunya itu saudara dengan saya dan kedua orang tuanya sudah meninggal," kata Samsudin kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Di mata keluarga dan rekan kerja, Anggi dikenal sebagai perempuan mandiri yang tekun bekerja. 

Perempuan kelahiran Makassar, 10 Agustus 2000 itu bekerja sebagai staf di sebuah kantor hukum di wilayah Depok, Jawa Barat.

Kerja kerasnya selama ini bahkan membuat Anggi mampu memiliki kendaraan pribadi di usia muda. 

Hal itulah yang membuat keluarga menduga pelaku sudah memiliki niat jahat sejak awal.

"Almarhum anak saya ini sudah rezekinya dibukakan sama Allah, dia sudah kerja punya mobil sendiri, dia udah punya motor mungkin temannya melihat di IG, FB atau statusnya," katanya.

Kecurigaan keluarga mengarah pada dugaan perampasan barang milik korban yang telah direncanakan sebelumnya.

"Seorang penjahat kalau melihat yang wah-wah kalau pikirannya jahat pasti ada akan dilaksanakan dan apalagi almarhum sudah diajak ngopi," ujar Samsudin.

Sebelum pergi malam itu, keluarga sebenarnya sempat mengingatkan Anggi agar tidak pulang terlalu larut. 

Korban juga memilih meninggalkan sepeda motornya di rumah dan pergi menggunakan mobil pribadi.

Pihak keluarga membantah isu yang menyebut pelaku adalah pacar korban. 

Menurut Samsudin, hubungan keduanya hanya sebatas teman sekolah.

"Itu (pelaku) bukan pacar. Kalau ada di media itu bukan, kalau alibi pacar saya membantah karena saya sebagai orang tua kalau dia pacar pasti tahu. Untuk itu, ini murni pelaku ada niat untuk berbuat mengambil sesuatu darinya (korban)," katanya.

Meski begitu, keluarga masih menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian terkait motif lengkap dalam kasus tersebut.

"Tapi saya yakin percaya motifnya adalah sudah direncanakan. Makanya harapan kami dia dikenakan pasal berlapis," ucapnya.

Kronologi Ditemukan Tewas

Kabar meninggalnya Anggi pertama kali diterima keluarga sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, Samsudin yang tengah bekerja di Jakarta langsung diminta pulang ke Bogor setelah mendapat telepon dari kerabatnya.

Setibanya di RS Hermina Kota Bogor, ia mendapati jasad korban sudah berada di mobil jenazah.

"Saya tidak ke TKP, saya sampai jadi almarhum di atas mobil jenazah dalam kondisi utuh, tapi sudah tidak bernyawa," tuturnya.

Baca juga: 3 Kali Mangkir Panggilan Polda Babel, AA Pria Palsukan Audit Akuntan Publik Diciduk di Bogor

Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi demi kepentingan penyidikan.

"Setelah kami menunggu surat kurang lebih 13.30 WIB, dikasih gambaran oleh dokter bahwa autopsi untuk kepentingan penyidikan. Saya juga tahu bahwa almarhumah utuh, cuma memar patah, tetapi tidak tahu isi dalamnya bagaimana, oke saya setuju," ungkapnya, dilansir dari Tribunnewsbogor.com.

MOTIF TERUNGKAP - Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap misteri dan motif di balik kematian tragis Anggi Aulia Arsyad yang jasadnya ditemukan di kawasan Tanah Sareal, Bogor. Pelaku berinisial MF (26) ternyata merupakan teman lama korban semasa sekolah. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku sempat menghubungi korban kembali melalui direct message (DM) Instagram. Namun, saat bertemu, pelaku merasa sakit hati mendalam akibat perkataan korban yang menyinggung perasaannya hingga tega merencanakan aksi pembunuhan dan pemerasan. Pelaku kini telah diamankan setelah sempat mencoba kabur.
MOTIF TERUNGKAP - Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap misteri dan motif di balik kematian tragis Anggi Aulia Arsyad yang jasadnya ditemukan di kawasan Tanah Sareal, Bogor. Pelaku berinisial MF (26) ternyata merupakan teman lama korban semasa sekolah. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku sempat menghubungi korban kembali melalui direct message (DM) Instagram. Namun, saat bertemu, pelaku merasa sakit hati mendalam akibat perkataan korban yang menyinggung perasaannya hingga tega merencanakan aksi pembunuhan dan pemerasan. Pelaku kini telah diamankan setelah sempat mencoba kabur. (Instagram/bintangtimur_law)

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya luka serius di sejumlah bagian tubuh korban.

"Dari situ kelihatan bahwa almarhumah meninggalnya dibuang dari atas tol," tambah Samsudin.

Polisi juga menemukan fakta penting dari rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sebuah mobil berhenti di bahu Tol BORR sebelum seseorang diduga menjatuhkan tubuh korban ke bawah tol menuju kawasan Simpang Yasmin.

"Benar," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Bagus Azi Lesmana Putra, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (24/5/2026).

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan tanpa identitas.

"Penemuan korban tergeletak di pinggir jalan diduga meninggal. Korban tidak ada identitas atau barang-barang pribadi dan tanpa identitas," kata Doddy saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

(Tribunnewsbogor.com/Kompas.com/TribunNewsmaker.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.