Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
Selain mengganti nomor telepon, ada penipu yang membuat akun sosial media mengatasnamakan hotel di DIY.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan hotel-hotel yang menjadi korban adalah hotel bintang 2 ke bawah.
Ia menyebut penipuan tersebut mulai terjadi pada 1 Mei 2026 lalu.
Ia menyebut sudah ada beberapa wisatawan yang tertipu bahkan telah mentransfer biaya reservasi ke rekening penipu tersebut.
"Sudah (transfer biaya reservasi) ke penipu. Tapi untuk nominalnya berapa, atau jumlah tamunya belum tahu," sambungnya.
Deddy pun meminta hotel yang menjadi korban untuk melaporkan ke pihak kepolisian.
Baca juga: Libur Panjang Iduladha: Okupansi Hotel di Jogja Moncer, Tapi Biaya Produksi Melejit
Ia pun mengimbau wisatawan yang hendak melakukan reservasi hotel untuk berhati-hati.
Wisatawan diminta untuk memastikan kebenaran nomor telepon hotel melalui website PHRI DIY.
Dalam website PHRI DIY, sudah tercantum data lengkap, termasuk nomor telepon hotel.
Selain memastikan nomor telepon, wisatawan juga perlu memastikan nomor rekening sesuai.
Sehingga tidak menjadi korban penipuan.
"Makanya kami mengimbau agar wisatawan itu hati-hati sebelum reservasi. Pastikan dulu nomor handphonenya benar, nomor rekeningnya benar. Bisa juga cek ke website PHRI DIY. Kalau anggota, pasti datanya ada di website PHRI DIY," pungkasnya. (*)