TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rentetan kemunculan api misterius di sebuah rumah warga di Dusun Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman belum juga berakhir
Dilaporkan, sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak dan membakar pelbagai perabot di dalam rumah berlantai dua tersebut.
Terbaru, titik api kembali muncul pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Api membakar barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah.
Barang tersebut berupa handuk merah, yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai.
Hasil pengecekan dari Tim Gegana Polda DIY, rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah yang telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menyampaikan ancaman kemunculan titik api di dalam rumah ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.
"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis (28/5/2026).
Sejauh ini, sejumlah upaya penanganan telah dilakukan untuk menghentikan sumber gas yang diduga menjadi penyebab munculnya api.
Antara lain dengan perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank.
Namun, sisa gas yang telanjur terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.
Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul.
"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," katanya.
Baca juga: Teka-teki Teror Api di Seyegan, Ingatkan Warga pada Kejadian Ganjil Gunungkidul 2015
Terpisah, Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, menyampaikan fakta baru yang cukup mengejutkan terkait sifat dari fenomena ini.
Kata dia, berdasarkan analisis Tim Gegana, karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif.
Gas tersebut tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi.
"Terakhir tadi malam pukul 23.00 WIB sempat muncul lagi. Namun, sejak tengah malam hingga siang ini, api dilaporkan belum muncul kembali," katanya.
Pujiono memastikan bahwa fenomena teror api ini terlokalisasi dan rumah yang berada persis di sebelahnya dalam kondisi aman.
Sementara untuk kerugian materiil, pihak kepolisian belum melakukan pendataan mendalam karena masih fokus pada aspek keselamatan.
Bahkan untuk mengamankan lokasi, Polsek Seyegan bersama unsur Jaga Warga Margomulyo telah menyiagakan personel dan rutin patroli di sekitar tempat kejadian. Penjagaan ketat dilakukan secara tentatif dengan melihat perkembangan tingkat risiko di lapangan.
"Kami terus memonitor dan rutin melakukan patroli sambang ke lokasi. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga sekitar untuk tidak mendekati titik api dan segera melapor apabila melihat adanya indikasi kemunculan api kembali," ujar Pujiono.
Fenomena aneh ini pertama kali terjadi pada Jumat pekan lalu, dan hingga Rabu (27/5/2026) malam masih berlangsung, di mana yang tiba-tiba muncul dan menyambar barang secara acak di dalam rumah.
Bahkan hingga Rabu petang, masih muncul api cukup besar di tembok utara rumah.
Menurut Agus, api tersebut mulanya membakar barang yang ada di atas meja dan langsung menyambar benda lain di sekitar jika tidak segera di padamkan.
"Telat dua menit aja selesai ini," ucap H Mutfiana kepada Tribun Jogja, Rabu (27/5/2026).
Sebagai infomasi, dalam sehari ini sudah empat kali api muncul secara acak di dalam rumah. Mulai tengah malam, pukul 02.00, dan dua lainnya terjadi pada Rabu petang.
Sedangkan pada Selasa (26/5/2026), terjadi sekitar tiga-empat kali api muncul di dalam rumah. Termasuk membakar gulungan tikar yang disandarkan di dinding sisi utara.
Sebagai informasi, api pertama muncul di sisi selatan dengan dugaan ada kebocoran gas dari saluran septic tank.
Pada Senin (25/5/2026) pun terjadi kebakaran sejumlah titik di dalam rumah.
Tim Gegana Polda DIY, ucap Fia, sempat kembali meninjau ke rumah yang berada persis di tepi jalan raya Seyegan-Godean tersebut.
Gas metana yang menyebar masih menjadi terduga utama penyebab kejadian kebakaran ini.
Meski demikian, septic tank yang dicurigai sebagai sumber utama kejadian sudah dikuras sejak Minggu (24/5/2026) lalu.
Kemunculan api yang membakar barang-barang di dalam rumah milik Agus Yani di Dusun Kasuran, Seyegan, Sleman memang masih menjadi misteri.
Dalam 24 jam terakhir, sudah sekitar lima kali barang di dalam rumah terbakar dengan titik api yang acak lokasinya.
Mulai dari dalam kamar hingga ke sisi utara luar rumah.
Setiap malam, keluarga Agus masih terus terjaga untuk mengantisipasi adanya titik api yang muncul.
Dari pola yang diamati, tengah malam adalah saat-saat rawan munculnya api, di mana pun titiknya.
Sebelum munculnya api di saat jelang tengah malam, api juga muncul selepas magrib Rabu petang, di tembok utara rumah.
Api tersebut mulanya membakar barang yang ada di atas meja.
Hingga Rabu petang itu sudah empat kali api muncul secara acak di dalam rumah.
Mulai tengah malam, pukul 02.00, dan dua lainnya terjadi pada Rabu petang.
Sedangkan pada Selasa (26/5/2026), terjadi sekitar tiga-empat kali api muncul di dalam rumah.
Termasuk membakar gulungan tikar yang disandarkan di dinding sisi utara.
(tribunjogja.com/rif/hdy)