Teror Api di Rumah Warga Seyegan Belum Berakhir,  Total Sudah Lebih 40 Kali Kebakaran 
Hari Susmayanti May 28, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Teror kemunculan titik api misterius di sebuah rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman belum juga berakhir.

Hingga hari keenam sejak kejadian pertama, tercatat sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak dan membakar pelbagai perabot di dalam rumah berlantai dua tersebut.

Peristiwa terbaru, titik api kembali muncul pada Kamis (27/5/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Api membakar barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah.

Barang tersebut berupa handuk merah, yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai. 

Hasil pengecekan dari Tim Gegana Polda DIY, rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah yang telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyampaikan, ancaman kemunculan titik api di dalam rumah ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

 "Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis (28/5/2026). 

Sejauh ini, sejumlah upaya penanganan  telah dilakukan untuk menghentikan sumber gas yang diduga menjadi penyebab munculnya api.

Antara lain dengan perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank. 

Namun, sisa gas yang telanjur terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.

Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul.

"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," katanya. 

Sementara itu, Kapolsek Seyegan AKP Pujiono menyampaikan fakta yang cukup mengejutkan terkait sifat dari fenomena ini. Kata dia, berdasarkan analisis Tim Gegana, karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif.

Baca juga: Teka-teki Teror Api di Seyegan, Ingatkan Warga pada Kejadian Ganjil Gunungkidul 2015

Gas tersebut tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi. 

"Terakhir tadi malam jam 23.00 WIB sempat muncul lagi. Namun, sejak tengah malam hingga siang ini, api dilaporkan belum muncul kembali," katanya. 

Pujiono memastikan bahwa fenomena teror api ini terlokalisasi dan rumah yang berada persis di sebelahnya dalam kondisi aman.

Sementara untuk kerugian materiil, pihak kepolisian belum melakukan pendataan mendalam karena masih fokus pada aspek keselamatan.

Bahkan untuk mengamankan lokasi, Polsek Seyegan bersama unsur Jaga Warga Margomulyo telah menyiagakan personel dan rutin patroli di sekitar tempat kejadian.

Penjagaan ketat dilakukan secara tentatif dengan melihat perkembangan tingkat risiko di lapangan.

"Kami terus memonitor dan rutin melakukan patroli sambang ke lokasi. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga sekitar untuk tidak mendekati titik api dan segera melapor apabila melihat adanya indikasi kemunculan api kembali," ujar Pujiono.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.