TRIBUNNEWSMAKER.COM - Momen Idul Adha selalu identik dengan aroma daging kurban yang menggoda dari dapur rumah-rumah warga.
Berbagai hidangan khas pun mulai disiapkan, mulai dari gulai hangat, tongseng pedas, hingga rendang yang kaya rempah.
Namun di tengah banyaknya olahan daging kurban, sate buntel khas Solo tetap menjadi sajian yang paling mencuri perhatian.
Kuliner legendaris ini dikenal memiliki cita rasa khas yang berbeda dari sate pada umumnya.
Sate buntel dibuat dari daging kambing yang telah digiling atau dicincang halus sebelum dibentuk memanjang.
Setelah itu, daging dibungkus menggunakan lembaran lemak kambing lalu dibakar di atas bara api hingga matang sempurna.
Teknik membuntel daging dengan lemak inilah yang membuat sate tetap lembut dan juicy saat disantap.
Lemak kambing yang membungkus daging berfungsi menjaga sari daging agar tidak mengering selama proses pembakaran.
Aroma asap bercampur lemak yang meleleh di atas bara menciptakan sensasi khas yang menggugah selera.
Baca juga: Tradisi Grebeg Besar Keraton Solo Digelar Tiap Idul Adha, Tahun Ini Ada Vesi Purboyo & Tedjowulan
Berbeda dari sate biasa, ukuran sate buntel cenderung lebih besar sehingga tusuk sate biasanya dilepas terlebih dahulu sebelum dimakan.
Tekstur daging yang empuk membuat menu khas Solo ini cocok disantap bersama nasi hangat, sambal kecap, dan irisan cabai rawit.
Saat Idul Adha tiba, sate buntel pun kembali menjadi primadona kuliner yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan kehangatan tradisi dan cita rasa khas Nusantara di tengah kebersamaan keluarga.
Untuk membuat sate buntel yang autentik, berikut bahan-bahan yang dibutuhkan:
Bahan Utama:
Baca juga: 5 Tempat Makan Legendaris & Lezat di Solo Baru, Ada Tengkleng Mbak Diah yang Jadi Langganan Pejabat
Bumbu Halus:
Bahan Olesan:
Bahan Sambal:
Sate buntel paling nikmat disantap langsung saat panas.
Jika dibiarkan dingin, lemak kambing akan mengeras, mengubah rasa dan tekstur, sehingga daging terasa lebih kering.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)