TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto melewatkan momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Indonesia karena menjalani kunjungan kerja ke Prancis.
Kepala negara diketahui bertolak ke Paris sejak Senin (25/5/2026) malam untuk memenuhi agenda kenegaraan yang telah dijadwalkan pemerintah Prancis sejak tahun lalu.
Baca juga: Polemik Hewan Kurban Prabowo Beli Pakai Dana APBN, Golkar Pasang Badan Bela Pemerintah
Pemerintah menegaskan lawatan tersebut bukan agenda pribadi maupun liburan, melainkan bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Prancis di berbagai sektor kerja sama.
Lalu apa saja aktivitas Prabowo Subianto di Prancis, berikut ini Tribunnews.com rangkum.
Baca juga: Prabowo Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai Duit APBN, Pengamat: Bagian dari Pencitraan Pemerintah
Prabowo Subianto menunaikan salat sunah Iduladha 1447 Hijriah bersama warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora Indonesia di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026).
Presiden tiba sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Ketibaannya diiringi alunan takbir dari jemaah yang telah memadati Wisma Indonesia sejak pagi.
Setibanya di lokasi, Prabowo langsung menuju saf untuk ikut mengumandangkan takbir bersama jemaah sebelum mengikuti rangkaian Salat Iduladha.
Mengenakan baju koko putih dan peci hitam, Prabowo tampak duduk di saf depan bersama para jemaah diaspora Indonesia. Dari dokumentasi Sekretariat Presiden, ia terlihat melaksanakan salat bersebelahan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Salat berlangsung khidmat dan diikuti WNI serta diaspora Indonesia yang berada di Prancis.
Salat Iduladha tersebut dipimpin imam sekaligus khatib, Fakhruddin Arrozi, alumni S2 Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan, yang kini mengajar di Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Dalam khotbahnya, Fakhruddin menyampaikan bahwa Iduladha tidak hanya memiliki dimensi ketuhanan, tetapi juga kemanusiaan, terutama bagi umat Islam yang hidup sebagai diaspora di luar negeri.
Ia mengatakan ibadah kurban tidak hanya menjadi simbol kepatuhan kepada Allah SWT, tetapi juga pengingat untuk berbagi dan menjaga persatuan.
“Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,” ujar Fakhruddin dalam khotbahnya.
Usai salat, Prabowo bersilaturahmi dengan WNI dan diaspora Indonesia yang hadir. Presiden tampak menyapa dan menyalami para jemaah sebelum mengikuti ramah tamah dan makan bersama.
Sejumlah diaspora terlihat berbincang dan bersalaman dengan Presiden usai pelaksanaan salat berjemaah di Wisma Indonesia.
Baca juga: Pengamat Kritik Prabowo Beli Sapi Kurban Ratusan Miliar Pakai APBN: Idealnya Anggaran Pribadi
Prabowo Subianto Republik Indonesia melaksanakan Salat Iduladha 2026 M / 1447 H bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Wisma Indonesia, KBRI Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan berlangsung di halaman Wisma Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau 14.00 WIB.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan lebih dari 500 warga negara Indonesia (WNI) dari berbagai kota di Prancis datang untuk mengikuti salat berjemaah bersama Presiden.
Usai salat, Prabowo meluangkan waktu bersalaman dan berbincang dengan para jemaah yang hadir.
“Momen ini menjadi ruang silaturahmi yang mempererat kebersamaan warga negara Indonesia di perantauan, dalam suasana penuh kekhidmatan,” ujar Teddy kepada wartawan, Rabu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama diaspora Indonesia di area Wisma Indonesia.
Prabowo tampak berbincang dengan diaspora di area jamuan makan. Sejumlah warga terlihat mengabadikan momen bersama Presiden usai rangkaian Salat Iduladha.
Di tengah kerumunan diaspora, Teddy juga terlihat duduk lesehan bersama ratusan WNI sambil menikmati makanan. Ia sempat berbincang dan melayani permintaan swafoto dari sejumlah diaspora Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, turut mendampingi CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Roeslani serta putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo atau Didiet Prabowo.
Salat Iduladha di Wisma Indonesia itu mempertemukan diaspora Indonesia dari sejumlah kota di Prancis dalam satu rangkaian ibadah dan silaturahmi bersama Presiden.
Baca juga: Menlu Sebut Kunjungan Keempat Prabowo ke Prancis Merupakan Undangan Macron yang Tertunda
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis pada Rabu (27/5/2026).
Ada sejumlah pejabat dan keluarga yang terlihat mendampingi Prabowo.
Dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat memboyong Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Roeslani ke Prancis.
Keduanya terlihat ikut mendampingi Presiden Prabowo saat menjalankan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Wisma KBRI Paris, Prancis.
Mereka duduk di barisan paling depan saat mendampingi Prabowo menjalankan salat ied.
Tak hanya itu, video itu juga terlihat putra tunggal Prabowo, Ragowo Hediprasetyo atau Didiet Prabowo yang ikut saat ramah tamah dengan ratusan diaspora yang hadir di lokasi tersebut.
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Prancis, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo di negara mode tersebut.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan agenda penting yang sebetulnya sudah direncanakan sejak lama namun terkendala teknis waktu.
“Kunjungan resmi kenegaraan (state visit) Presiden Prabowo di Prancis yang undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang," ungkap Teddy Indra Wijaya melalui keterangannya, Kamis (26/5/2026).
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa kunjungan ini memiliki nilai geopolitik yang sangat krusial bagi kedua negara.
Saat ini, Indonesia dan Prancis tengah menjalin banyak kerja sama super strategis yang diharapkan dapat mendongkrak posisi tawar Indonesia di mata dunia.
“Indonesia dan Prancis memiliki peran yang saling melengkapi dalam hubungan global. Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia khususnya Asia Tenggara menuju kawasan Eropa," jelas Teddy.
Dengan adanya kunjungan ini, Teddy berharap posisi Indonesia di kancah Eropa, khususnya dalam kemitraan bersama Prancis, akan menjadi semakin kuat dan solid.
Setibanya di Paris, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Prancis beserta regu jajar kehormatan. Selain itu, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) juga dilaporkan telah memadati hotel tempat Presiden menginap sejak pagi hari.
Sebelum memulai rangkaian acara resmi kenegaraan, Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha serta menggelar acara silaturahmi dengan masyarakat Indonesia di Wisma KBRI Paris.