TRIBUNKALTENG.COM – Kondisi jemaah haji asal Kalimantan Tengah, yang tergabung dalam Kloter BDJ 06 dilaporkan dalam keadaan baik usai menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketua Kloter BDJ 06, Khaerul Abidin mengatakan, hingga Kamis (28/5/2026), mayoritas jemaah masih dalam kondisi fit meski harus menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
“Alhamdulillah kondisi jemaah sampai posisi hari ini, sebagian sudah lontar kedua di Mina, 359 orang,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Kamis (28/5/2026).
Kloter BDJ 06 sendiri berisi jemaah asal sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah, yakni Kotawaringin Timur sebanyak 167 orang, Seruyan 59 orang, Kapuas 52 orang, Lamandau 47 orang, dan Pulang Pisau 28 orang.
Selain itu, kloter tersebut juga didampingi empat petugas kloter, dua Petugas Haji Daerah (PHD), serta satu petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Khaerul menyebut seluruh proses Armuzna sejauh ini berjalan lancar, meski ada satu jemaah yang sempat mengalami demam akibat cuaca panas.
“Hanya ada satu aja yang agak sakit, demam. Karena kepanasan, cuaca di sini sangat panas sekali,” katanya.
Menurutnya, petugas sebelumnya sudah mengingatkan jemaah untuk menggunakan pelindung diri seperti payung dan topi selama berada di luar ruangan.
Bahkan, petugas juga melakukan penyemprotan air untuk membantu mengurangi dampak panas terhadap jemaah.
“Beliau sudah pakai payung, pakai topi, sudah kita semprot juga. Ternyata memang kondisinya tidak memungkinkan,” ujarnya.
Untuk mengurangi risiko kelelahan pada jemaah lanjut usia, pelaksanaan lontar jumrah bagi sebagian lansia dilakukan dengan sistem badal atau diwakilkan.
Khaerul mengatakan terdapat sekitar 60 jemaah lansia dalam kloter tersebut yang sebagian proses lontarnya dibantu petugas.
“Lansia ini ada sekitar 60 orang, jadi sebagian kita badalkan untuk lontarnya,” katanya.
Proses pendampingan dilakukan bersama petugas kloter, ketua regu, hingga ketua rombongan agar ibadah jemaah tetap berjalan lancar.
“Sebagian dengan petugas, sebagian dengan ketua regu, dan sebagian juga dibantu ketua rombongan,” ujarnya.
Baca juga: Jemaah Haji Usia 64 Tahun asal Kobar Kalteng Wafat di Arafah Akibat Pneumonia
Baca juga: Alami Serangan Jantung Jemaah Haji Seruyan Usia 66 Tahun Meninggal di Makkah, Sempat Keluhkan Sakit
Saat ini, jemaah Kloter BDJ 06 dijadwalkan kembali ke hotel di Makkah pada 30 Mei 2026 menggunakan skema nafar tsani.
Sementara untuk kepulangan ke Indonesia, rombongan dijadwalkan kembali pada 10 Juni 2026.
Untuk diketahui, sebelumnya seorang jemaah haji asal Kabupaten Seruyan yang tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Banjarmasin (BDJ) meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi.
Almarhum merupakan satu dari total 360 jemaah yang tergabung dalam kloter tersebut.