Libur Idul Adha 2026, Objek Wisata Alam di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara Diserbu Pengunjung
Junisah May 28, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Peningkatan volume kunjungan secara merata terpantau di berbagai destinasi wisata alam di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara, seiring dengan momen cuti bersama peringatan Idul Adha, Kamis (28/5/2026).

Momentum libur Idul Adha  ini dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk menghabiskan waktu luang di luar rumah.

Sejumlah kawasan rekreasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Malinau mengalami lonjakan jumlah pengunjung yang cukup signifikan sejak pagi, di antaranya di Tane Olen Setulang, Malinau Selatan Hilir.

Fenomena kepadatan pengunjung wisata ini dirasakan langsung Nuri, pengunjung asal Tana Tidung. Seperti keluarga lainnya, Nuri memilih menghabiskan waktu libur menjajaki objek wisata.

Baca juga: ‎Diprediksi 10 Objek Wisata di Malinau Ini Ramai Pengunjung Saat Lebaran, Polisi Lakukan Pengamanan

"Beserta keluarga baru pertama kali datang di Tane Olen Setulang yang keren. Di sini masih asri. Ada juga kelebihannya, ada ikan. Bisa dibawa bekal makanan dari rumah," ungkap Nuri, Kamis (28/5/2026) sore.

Kawasan ekowisata Tane Olen Setulang merupakan satu dari beberapa titik yang menjadi lokasi favorit pengunjung.

Berjarak sekira 32 kilometer dari pusat pemerintahan Malinau Kota, dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam perjalanan darat.

Kepadatan aktivitas rekreasi ini tidak hanya berpusat di satu titik, melainkan merata di berbagai lokasi yang menawarkan daya tarik keindahan alam dan ruang terbuka.

Objek wisata alam di Malinau 28052026
MOMEN LIBURAN - Pengunjung asal KTT, Nuri saat ditemui di Tane Olen Malinau, Kamis (28/5/2026). Momen liburan, objek wisata jadi sasaran berekreasi keluarga.

Nuri mengatakan, umumnya waktu libur, khususnya libur sekolah, menjadi momen tepat berekreasi bersama keluarga.

Di lokasi wisata, antrean kendaraan yang mengular menjadi tanda bagaimana angka kunjungan lokal semakin meningkat.

Sementara itu, Lukman, warga asal Malinau Kota, menyampaikan kondisi serupa juga terpantau di lokasi wisata lain.

"Biasanya di Belayan, kemudian di Kolam RJP, dan ini Tane Olen. Kalau kami sekeluarga biasanya gantian tergantung anak sekolah," katanya.

Beberapa catatan pengunjung untuk tempat wisata adalah pentingnya menambah fasilitas pendukung.

Area parkir hingga fasilitas pendukung untuk anak dinilai penting untuk memanjakan warga yang berkunjung.

Meski harus menghadapi kendala akses parkir dan berjalan kaki menuju titik kumpul, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat warga untuk tetap menikmati hari libur bersama keluarga di sejumlah destinasi wisata daerah.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.