Valliving Craft: Ubah Limbah Jadi Produk yang Bernilai Tinggi dan Personal
Dedy Herdiana May 28, 2026 09:35 PM

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Di tengah arus modernisasi ketika mesin-mesin pabrikan mampu mereplikasi ribuan produk dalam hitungan jam, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal asal Bandung bernama Valliving Craft justru memilih jalan sunyi yang menantang arus.

Dengan mengusung idealisme produk buatan tangan (handmade), lini bisnis ini berhasil menciptakan ceruk pasar tersendiri yang tidak mampu disentuh oleh korporasi besar.

Sejak awal merintis usaha, sang pemilik yang bernama Reni Juanti mengaku tidak pernah memandang bisnis ini sebagai sebuah 'percobaan' atau sekadar hobi pengisi waktu luang.

"Saya yakin dengan kemampuan saya dalam bidang usaha ini, makanya saya memulainya," tegas Reni kepada TribunPriangan.com pada Senin (18/5/2026).

Berbekal keyakinan penuh terhadap keahlian seni dan potensi industri kreatif, langkah pertama Reni diambil dengan optimisme bahwa produk yang dihasilkan akan menemukan pasarnya sendiri.

Keyakinan tersebut kini menjelma menjadi sebuah identitas merek yang kuat di industri kerajinan.

Baca juga: Warung dan Bumdes Jadi Senjata Hapus Stunting? Ini Strategi Desa BRIlian Margamukti di Sumedang

Keunikan utama dari Valliving Craft terletak pada bahan baku dan filosofi pembuatannya.

Memanfaatkan sisa-sisa material yang kerap dianggap sampah —mulai dari potongan kayu, kain perca, hingga sisa benang— UMKM ini berhasil mentransformasikannya menjadi produk dekorasi dan utilitas bernilai estetika tinggi.

Pendekatan ramah lingkungan ini tidak hanya menjadi daya tarik visual, melainkan sebuah gerakan nyata dalam pelestarian alam.

"Sebagian produk kami adalah hasil daur ulang dari sisa kayu, kain, dan benang yang tentunya ramah lingkungan. Bagi pelanggan, membeli produk kami berarti turut membantu melestarikan lingkungan, sekaligus menyokong keberlangsungan penghasilan para perajin kami," tutur Reni.

PEMILIK VALLIVING CRAFT - Reni Juanti bersama sejumlah produk karyanya di booth Valliving Craft saat bazzar.
PEMILIK VALLIVING CRAFT - Reni Juanti bersama sejumlah produk karyanya di booth Valliving Craft saat bazzar. (istimewa)

Strategi bertahan Valliving Craft di tengah perubahan perilaku konsumen yang sangat dinamis terletak pada nilai personalisasi.

"Setiap produk kami rancang secara spesifik, memungkinkan setiap konsumen memiliki barang yang mencerminkan kepribadian unik mereka masing-masing," jelasnya.

Ide atas ikatan emosional inilah yangg ditawarkan Valliving Craft. Menurut Reni, hubungan dengan pelanggan bukan lagi sekadar transaksi jual-beli, melainkan sebuah apresiasi terhadap identitas diri.

"Kelompok masyarakat yang peduli lingkungan dan berkarakter unik inilah yang selalu menjadi bayangan fokus utama saat inovasi produk baru kami dirancang," lengkap Reni.

Di sisi lain, Reni juga mematahkan mitos klasik yang sering menghantui para pelaku usaha muda, yakni masalah permodalan.

Menurutnya, banyak UMKM yang stagnan atau bahkan tumbang karena terlalu terpaku pada alasan kekurangan modal, tanpa pernah melakukan riset pasar yang mendalam.

Valliving Craft yang tergabung dengan Rumah BUMN ini membuktikan, bahwa pemahaman komprehensif terhadap target audiens dan konsistensi menjaga kualitas jauh lebih berharga.

Ditambah lagi, Reni mengungkap bahwa pihaknya mendapat pelatihan Public Speaking dan jaringan ekspor dari Rumah BUMN, sehingga hal tersebut juga jadi dorongan yang cukup kuat untuk kian mengembangkan bisnisnya.

"Kadang kami juga diikutkan bazzar oleh Rumah BUMN, dan dengan produk handmade yang belum bisa ditiru mesin ini, tentunya kami optimistis bisa bertahan lama," pungkasnya.

MELLY GOESLAW - Penyanyi terkenal sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslaw, saat menerima produk Valliving Craft di Pendopo Kota Bandung.
MELLY GOESLAW - Penyanyi terkenal sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslaw, saat menerima produk Valliving Craft di Pendopo Kota Bandung. (istimewa)

Sementara itu, penyanyi terkenal sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Melly Goeslaw, sempat memuji produk Valliving Craft saat menerima jam tangan yang berbahan dari hasil daur ulang tersebut.

"Ini talinya rajut (red: macrame) ya. Bagus lho, keren," ujarnya seperti yang dilansir dari unggahan akun Instagram Valliving Craft. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.