SURYA.CO,ID, MALANG - Pemerintah Kota Malang memastikan tidak akan menggelar acara nonton bareng atau (Nobar) pertandingan Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, Pemkot Malang justru mengingatkan kepada masyarakat yang akan menggelar Nobar, untuk mengikuti tata cara dan perizinan penyelenggaraan Nobar yang telah ditetapkan pihak penyiar resmi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, Nur Widianto mengatakan hingga saat ini belum ada rencana dari Pemerintah Kota Malang untuk menyelenggarakan Nobar secara resmi.
“Kalau Pemkot Malang menyelenggarakan Nobar, sampai sekarang belum ada rumusan Tanggal,” kata Nur Widianto, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, akun media sosial maupun kanal informasi milik Pemerintah Kota Malang selama ini hanya membantu menyebarkan informasi resmi dari TVRI sebagai pemegang hak siar resmi.
“TVRI sebagai official broadcast meminta bagaimana tata cara melakukan nobar diinformasikan ke pemerintah daerah,” ujarnya.
Baca juga: Lirik Lagu Dai Dai - Shakira ft Burna Boy, Lagu Resmi Piala Dunia 2026: Makna dan Terjemahan
Nur Widianto menegaskan seluruh proses perizinan Nobar dilakukan langsung melalui pihak TVRI dan bukan melalui Dinas Kominfo Kota Malang.
“Bagi para penyelenggara atau yang ingin menggelar nobar harus menghubungi pihak TVRI. Tidak bisa ke Kominfo,” katanya.
Ia menjelaskan terdapat dua kategori penyelenggaraan Nobar, yakni komersial di tempat usaha dan non-komersial di fasilitas publik.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi tvrinews.com dengan mengisi detail lokasi serta membayar lisensi khusus untuk kategori komersial.
“Perizinan tidak masuk ke kami,” ujarnya.
Nur juga menegaskan hingga saat ini tidak ada instruksi khusus dari pemerintah terkait pengawasan tayangan ilegal Nobar di Kota Malang.
“Tidak ada juga instruksi untuk pengawasan tayangan ilegal,” katanya.
Di tempat terpisah, manajemen The Alana Hotel Malang mengaku masih belum memutuskan rencana penyelenggaraan nonton bareng atau nobar Piala Dunia 2026.
Pihak hotel masih mempelajari skema perizinan dan biaya lisensi penayangan sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
General Manager The Alana Hotel Malang, Sistho A Sreshtho mengatakan hingga saat ini manajemen belum membahas secara serius rencana kegiatan nobar Piala Dunia.
“Sejujurnya kami belum merencanakan apa pun mengenai Piala Dunia,” kata Sistho A Sreshtho.
Ia menjelaskan berdasarkan pengalaman pada periode Piala Dunia sebelumnya, penyelenggaraan Nobar memerlukan izin khusus dan biaya lisensi yang tidak sedikit.
“Kami akan pelajari dulu mengenai lisensi penyelenggaraan atau penayangan Piala Dunia ini seperti apa,” ujarnya.
Faktor biaya itu menjadi pertimbangan utama karena hotel harus menghitung aspek bisnis dan kelayakan kegiatan sebelum resmi mendaftar.
“Tentunya akan ada lisensi dan mungkin ada sejumlah dana yang perlu dibayarkan, dan itu sepertinya tidak kecil,” katanya.
Manajemen baru akan bergerak mengambil keputusan jika hitungan finansial internal dinilai menguntungkan.
“Kalau memang nanti dari hitung-hitungannya masuk secara feasibility, mungkin kami akan melakukan kegiatan nobar dan lain-lain,” ujarnya.