Revolusi VNL 2026: Lima Aturan Baru Tuai Pro-Kontra!
Mawaddatul Husna May 28, 2026 09:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Dunia bola voli internasional sedang bersiap memasuki era baru yang penuh perubahan. 

Turnamen bergengsi Volleyball Nations League (VNL) 2026 dipastikan hadir dengan wajah berbeda melalui serangkaian regulasi anyar yang cukup radikal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi olahraga voli agar lebih dinamis dan menarik. 

Namun, dibalik semangat inovasi tersebut, berbagai perubahan ini justru memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pelaku olahraga.

Dilansir dari wesite resmi FIVB pada Kamis (28/5/2026), setidaknya ada beberapa aturan baru yang akan mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.

Aturan Baru Bikin Permainan Lebih Dinamis

Salah satu perubahan paling mencolok adalah aturan terkait bola yang menyentuh atap arena.

Jika sebelumnya kondisi ini langsung dianggap pelanggaran, kini permainan tetap dilanjutkan selama bola kembali jatuh di area tim sendiri.

Aturan ini diprediksi akan membuat reli pertandingan menjadi lebih panjang, dramatis, dan sulit ditebak. 

Namun, pengecualian tetap berlaku jika bola mengenai kamera gantung (spidercam), di mana permainan akan dihentikan dan reli diulang.

Selain itu, inovasi lain hadir melalui fitur “Mid-Rally Bookmark”. 

Fitur ini memungkinkan tim menandai dugaan pelanggaran di tengah reli tanpa harus menghentikan permainan. 

Pemeriksaan video baru akan dilakukan setelah reli selesai, dengan batas maksimal satu protes dalam satu reli.

Tak hanya itu, jumlah pergantian pemain juga mengalami peningkatan. 

Jika sebelumnya hanya enam kali dalam satu set, kini menjadi delapan kali. Hal ini memberi pelatih ruang lebih luas dalam meracik strategi dan rotasi pemain.

Di sektor pertahanan, regulasi libero juga dibuat lebih fleksibel. 

Setiap tim wajib membawa 12 hingga 14 pemain dengan minimal satu libero, namun penentuan nama libero kini bisa dilakukan hingga satu jam sebelum pertandingan dimulai. 

Kebijakan ini memberi keuntungan besar dalam mengantisipasi kondisi pemain yang tidak fit.

Pro-Kontra Tak Terhindarkan

Hadirnya berbagai aturan baru ini langsung memunculkan dua kubu dengan pandangan berbeda. 

Di satu sisi, kelompok pro-inovasi menilai langkah ini sebagai bentuk kemajuan yang diperlukan agar voli tetap relevan dan menarik bagi generasi baru.

Sebaliknya, kubu kontra menganggap beberapa aturan, seperti bola menyentuh atap, terlalu nyeleneh dan berpotensi menghilangkan esensi permainan voli yang selama ini dikenal.

Perdebatan pun tak terelakkan, sebagian melihat perubahan ini sebagai angin segar, sementara yang lain justru merasa identitas olahraga voli mulai terkikis.

Kini, publik tinggal menunggu bagaimana implementasi aturan-aturan tersebut di lapangan. 

Apakah benar akan membuat pertandingan semakin seru dan kompetitif, atau justru menimbulkan kebingungan baru? (*)

Baca juga: Sorotan ke Megawati Hangestri, KOVO Pilih Ini Ketimbang Batasi Pemain Liga Voli Korea

Baca juga: Liga Voli Korea: Megawati Beri Pengaruh Besar, Incaran Hillstate Ternyata Berlabuh ke Turki, Siapa?

Baca juga: Megawati Hangestri Terseret Isu, Usai Usulan Larangan Pemain Asing dan Asia di Liga Voli Korea

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.