TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK – Kabupaten Landak tidak hanya berjaya di sektor kelapa sawit dan padi, melainkan juga tertinggi dalam urusan peternakan di Kalimantan Barat.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kabupaten Landak Dalam Angka, populasi ternak babi di daerah berjuluk Bumi Intan ini secara konsisten menempati urutan teratas di tingkat provinsi.
Berikut adalah rincian fakta, data BPS, dan peta kekuatan ekonomi dari sektor peternakan babi di Kabupaten Landak:
Berdasarkan data sektoral BPS, Kabupaten Landak menempati posisi puncak sebagai produsen ternak babi terbesar di Kalbar dengan angka populasi yang mencapai puluhan ribu ekor per tahun.
Jumlah ini jauh mengungguli kabupaten tetangga dan menjadikannya sebagai tulang punggung subsektor peternakan daerah.
Data BPS mencatat bahwa sebaran populasi ternak babi tidak merata di satu titik, melainkan tersebar kuat di beberapa wilayah dengan basis pertanian yang besar.
Kecamatan Sengah Temila, Ngabang, Menyuke, dan Mandor menjadi wilayah penyumbang angka populasi tertinggi.
Tingginya angka penyerapan pasar membuat pola peternakan masyarakat lokal mengalami transformasi.
Jika dahulu mayoritas berupa ternak tradisional pekarangan, kini data daerah menunjukkan pertumbuhan signifikan pada model peternakan semi-intensif yang lebih memperhatikan manajemen pakan dan kebersihan kandang.
BPS dan pemerintah daerah melihat komoditas ini memiliki nilai sosial-ekonomi yang unik.
Selain bernilai komersial, ternak babi di Landak adalah instrumen krusial dalam mendukung kelancaran berbagai ritual adat, gawai, dan pesta pernikahan masyarakat adat Dayak setempat.
Sebagai produsen terbesar, Kabupaten Landak menjadi penyuplai utama untuk memenuhi tingginya permintaan daging babi di kota-kota besar Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, hingga Kota Singkawang.
Mengingat besarnya kontribusi sektor ini terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Landak, Dinas Perkebunan dan Peternakan kini memperketat pengawasan.
Belajar dari mitigasi wabah penyakit ternak di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah kini gencar mengedukasi peternak mengenai pentingnya standardisasi sanitasi untuk menjaga kestabilan angka produksi yang dicatat BPS.
Melalui sinergi data BPS yang akurat dan pendampingan kesehatan hewan di lapangan, sektor peternakan babi di Kabupaten Landak diproyeksikan akan terus menjadi mesin uang yang efektif dalam mendongkrak kesejahteraan perekonomian masyarakat pedalaman. (*)