Titan Averous Raih Emas Taekwondo di Jepang Meski Bertanding dengan Lutut Cedera
Budi Sam Law Malau May 29, 2026 02:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, BEJI -- Semangat juang mahasiswa Universitas Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di panggung internasional. 

Titan Averous Damhuri, mahasiswa Program Studi Penyiaran Multimedia Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), sukses meraih medali emas dalam ajang The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang.

Prestasi membanggakan tersebut diraih Titan setelah tampil impresif di kategori Senior Male Under 68 Kg pada kejuaraan internasional yang digelar di Ohama Daishin Arena, Sakai, Osaka, Jepang, pada 25–26 April 2026.

Baca juga: Identitas Diketahui, Pemotor yang Menganiaya Pelatih Taekwondo di Jagakarsa Jaksel Diburu Polisi

Di balik keberhasilannya berdiri di podium tertinggi, tersimpan perjuangan berat yang harus dilalui Titan.

Atlet muda asal Indonesia itu ternyata bertanding dalam kondisi lutut kiri cedera.

Meski mengalami keterbatasan fisik, Titan tetap menunjukkan mental juara dan daya juang luar biasa demi membawa pulang medali emas untuk Indonesia sekaligus mengharumkan nama Universitas Indonesia di level dunia.

Kejuaraan The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship sendiri merupakan salah satu turnamen taekwondo bergengsi yang rutin digelar di Jepang setiap tahun.

Ajang ini diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai negara dan menjadi panggung kompetitif bagi atlet lintas kategori dan tingkatan.

Bagi Titan, kesempatan bertanding di Jepang bukan sekadar berburu gelar juara, melainkan juga untuk memperluas pengalaman dan menambah jam terbang di level internasional.

“Saya mengikuti turnamen ini karena ingin mencari pengalaman dan menambah jam terbang bertanding di level internasional,” ujar Titan, Kamis (28/5/2026).

Persiapan menuju turnamen dilakukan Titan selama kurang lebih satu bulan.

Ia menjalani latihan rutin bersama tim sekaligus berlatih mandiri di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.

Namun, perjalanan menuju podium emas tidak berjalan mudah.

Baca juga: Apresiasi Atas Dedikasi, Reda Manthovani Dianugerahi Gelar Kehormatan Grand Master Taekwondo

Cedera lutut kiri yang dialami Titan sempat menghambat proses latihan dan menjadi tantangan terbesar menjelang pertandingan.

“Tantangan terbesar saya adalah harus bertanding dengan kondisi lutut kiri yang sedang cedera. Kondisi itu cukup mengganggu latihan, tetapi saya berusaha tetap fokus dan memberikan yang terbaik saat pertandingan,” katanya.

Cedera tersebut tidak membuat Titan menyerah.

Dengan tekad kuat dan disiplin tinggi, ia tetap menjalani latihan serta menjaga kondisi fisik agar mampu tampil maksimal di arena pertandingan.

Sebagai mahasiswa aktif, Titan juga harus pintar membagi waktu antara dunia akademik dan olahraga prestasi.

Di sela latihan intensif dan persiapan turnamen, ia tetap berusaha menyelesaikan kewajiban kuliah dan tugas akademiknya.

Perjuangan Titan akhirnya berbuah manis.

Ia sukses mengalahkan lawan-lawannya dan memastikan medali emas jatuh ke tangan Indonesia.

Prestasi di Jepang ini sekaligus menjadi kelanjutan dari deretan capaian gemilang Titan di dunia taekwondo internasional dan nasional.

Sebelumnya pada 2023, Titan berhasil meraih Juara 1 Kyorugi Junior Under 68 Kg dalam Daedo Taekwondo Open Championship di Singapura.

Kemudian pada 2025, ia kembali menunjukkan dominasinya dengan menjadi Juara 1 Kyorugi Prestasi Senior Putra Under 74 Kg dalam Kejuaraan Lima Provinsi Kajati Banten.

Rentetan prestasi tersebut memperlihatkan konsistensi Titan sebagai atlet muda potensial yang terus berkembang dan mampu bersaing di level tinggi.

Ke depan, Titan bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan serta mengincar prestasi yang lebih besar lagi di berbagai ajang olahraga mahasiswa maupun kompetisi nasional.

Ia menargetkan hasil maksimal pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) dan Liga Mahasiswa mendatang.

Prestasi Titan mendapat apresiasi dari Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang non-akademik hingga tingkat internasional.

“Prestasi Titan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Safrin.

Kemenangan Titan Averous Damhuri di Jepang menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih mimpi.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.