Iduladha 1447 H: 28.760 Hewan Kurban Disembelih di Sleman
Yoseph Hary W May 29, 2026 03:02 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Bumi Sembada berjalan dengan antusiasme tinggi. Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (DP3) Sleman mencatat, sebanyak 28.760 ekor hewan ternak telah disembelih oleh masyarakat di hari raya kurban tahun ini. 

Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto mengatakan, seluruh proses penyembelihan tersebut tersebar di 2.036 titik lokasi pemotongan yang dipantau langsung oleh petugas lapangan.

Paling banyak domba

Dari total puluhan ribu hewan kurban tersebut, domba menjadi komoditas yang paling banyak disembelih oleh warga, yakni mencapai 17.450 ekor. 

"Posisi kedua ditempati oleh sapi dengan jumlah 8.345 ekor, diikuti oleh kambing sebanyak 2.965 ekor," terang dia, Jumat (28/5/2026). 

Pada Iduladha tahun ini, DP3 Kabupaten Sleman menerjunkan 301 tim pemantau kesehatan hewan. Tim yang terdiri dari penyuluh lapangan, paramedis dan medis, dokter hewan mandiri, serta mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini disebar di 17 kapanewon. Mereka bertugas mendata jumlah hewan kurban sekaligus memeriksa kesehatannya. 

Temuan cacing hati 

Petugas melakukan pemeriksaan antemortem dan pos-mortem atau etelah penyembelihan. Hasilnya, petugas menemukan ratusan dugaan kasus penyakit cacing hati atau Diagnosa Fasciola pada organ dalam ternak yang dipotong. 

Kasus infeksi cacing hati ini didominasi pada sapi. Dari total 8.345 sapi yang dipotong, 758 ekor di antaranya didiagnosa mengidap Fasciola. Sementara itu, temuan pada hewan lambung kecil relatif tergolong minim, yaitu 48 kasus pada domba dan 28 kasus pada kambing.

Di lain kesempatan Rofiq mengungkapkan bahwa di dua tahun terakhir, probabilitas atau peluang munculnya cacing hati pada ternak memang masih cukup tinggi. Risiko paling tinggi ada pada sapi. Kemunculannya masih di angka 7,23 persen sampai 7,99?hkan hingga 8 % . Sementara kasus cacing hati pada domba dan kambing relatif rendah. 

"Jadi yang perlu kita waspadai tetap cacing hati. Dan itu cukup kita singkirkan saja hatinya (yang terpapar). Jadi sederhananya seperti itu," kata Rofiq. Sedangkan dagingnya masih aman untuk dikonsumsi. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.