Cuaca Surabaya Hari Ini Jumat 29 Mei 2026: Cerah Berawan Seharian, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
Putra Dewangga Candra Seta May 29, 2026 05:49 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Warga Surabaya diperkirakan akan menikmati cuaca yang cenderung cerah berawan sepanjang Jumat, 29 Mei 2026.

Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG Juanda, kondisi langit di Kota Pahlawan didominasi awan sejak dini hari hingga malam hari.

Meski tidak ada potensi hujan dalam prakiraan tersebut, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap suhu udara yang cukup panas pada siang hari.

Suhu udara di Surabaya diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius.

Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 22 kilometer per jam.

Kondisi ini dinilai cukup mendukung aktivitas masyarakat di luar ruangan, terutama pada pagi hari.

Namun, cuaca panas pada siang hingga sore hari berpotensi memicu rasa gerah dan dehidrasi apabila tidak diantisipasi dengan baik.

CERAH - Foto kondisi langit di kawasan halaman Rumah Sakit Regional Meulaboh, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Senin (18/5/2026) cerah berawan. Foto ini direkam Kamis (2/4/2026). Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Senin (25/5/2026). Pagi cerah berawan.
CERAH - Foto kondisi langit di kawasan halaman Rumah Sakit Regional Meulaboh, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Senin (18/5/2026) cerah berawan. Foto ini direkam Kamis (2/4/2026). Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Senin (25/5/2026). Pagi cerah berawan. (Serambinews)

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau pembaruan cuaca, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas perjalanan jauh atau pekerjaan lapangan.

Cuaca berawan tebal pada sore hingga malam hari juga bisa membuat suhu terasa lebih lembap dibandingkan pagi hari.

Cuaca Pagi Surabaya Diprediksi Cerah Berawan

Pada dini hari hingga pagi, tepatnya pukul 01.00 WIB, 04.00 WIB, 07.00 WIB, dan 10.00 WIB, kondisi cuaca di Surabaya diperkirakan cerah berawan.

Situasi ini cukup ideal untuk masyarakat yang hendak berolahraga, berangkat kerja, maupun melakukan aktivitas luar ruangan.

Udara pagi juga masih relatif sejuk dengan suhu berada di angka bawah kisaran harian.

Meski demikian, masyarakat tetap disarankan menggunakan pelindung diri seperti topi atau sunscreen apabila mulai beraktivitas menjelang siang.

Cuaca Siang Surabaya Cenderung Panas

Memasuki pukul 13.00 WIB, cuaca di Surabaya masih diprediksi berawan dengan suhu udara mulai meningkat.

Temperatur maksimum diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius sehingga kondisi udara terasa cukup panas dan menyengat.

Kecepatan angin sekitar 22 kilometer per jam dari arah utara diperkirakan sedikit membantu mengurangi hawa panas.

Namun, warga tetap dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih agar tidak mengalami dehidrasi saat beraktivitas di luar ruangan.

Cuaca Malam Surabaya Berawan Tebal

Pada sore hingga malam hari, yakni pukul 16.00 WIB, 19.00 WIB, dan 22.00 WIB, kondisi cuaca diperkirakan berubah menjadi berawan tebal.

Meski tidak terdapat prakiraan hujan, langit Surabaya kemungkinan tampak lebih mendung dibandingkan pagi dan siang hari.

Kondisi berawan tebal ini dapat membuat udara malam terasa lebih lembap.

Pengendara roda dua disarankan tetap berhati-hati karena jarak pandang bisa sedikit berkurang saat awan semakin pekat pada malam hari.

Tips Menghadapi Cuaca Surabaya Hari Ini

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat saat beraktivitas di luar rumah.
  • Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu panas siang hari.
  • Gunakan pelindung kulit seperti sunscreen atau payung ketika beraktivitas pada pukul 11.00–14.00 WIB.
  • Tetap pantau informasi terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak.

Cuaca Surabaya pada akhir Mei 2026 menunjukkan pola peralihan musim dengan dominasi kondisi berawan dan suhu cukup tinggi.

Tidak adanya potensi hujan menandakan atmosfer relatif stabil, meski awan tebal pada sore hingga malam hari bisa menjadi indikasi meningkatnya kelembapan udara.

Kondisi seperti ini umum terjadi di Surabaya saat memasuki masa pancaroba menuju musim kemarau.

Update Pembangunan Proyek Flyover Gedangan Sidoarjo Digeser ke Timur

Rencana pembangunan Flyover Gedangan sudah masuk tahap pembebasan lahan.

Tahapan pembebasan lahan akan segera direalisasikan setelah dipastikan trase atau sumbu pusat dari proyek pembangunan flyover Gedangan digeser.

Berdasarkan update terbaru, trace fly over Gedangan Sidoarjo akan berada di sisi Timur jalan raya Gedangan.

Dengan perubahan posisi jalur flyover Gedangan nantinya, dipastikan jumlah warga yang terdampak proyek juga lebih sedikit.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, M Makhmud, berdasarkan kajian teknis Detail Engineering Design (DED) dan hasil geometrik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), trase proyek akhirnya digeser ke sisi timur Jalan Raya Gedangan.

Pertimbangan penggeseran itu meliputi efisiensi anggaran, struktur topografi yang lebih ideal untuk fondasi bawah jembatan, serta dampak sosial yang lebih minim.

"Pergeseran ke sisi timur membuat bidang tanah milik warga yang terdampak menjadi lebih sedikit. Tercatat ada 89 kepala keluarga yang terdampak. Selebihnya, proyek ini akan mengoptimalkan lahan yang berstatus milik negara, seperti area Polsek, Puskesmas, PDAM, dan lahan milik PT KAI," ungkapnya.

Selain meminimalkan penggusuran permukiman, penyesuaian trase itu juga memastikan aktivitas ekonomi warga yang membuka usaha di sisi barat Jalan Raya Gedangan tetap dapat berjalan normal.

DPRD Sidoarjo mengingatkan, semua proses pembebasan harus transparan agar tidak muncul persoalan.

Menurut Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih, proses pembebasan lahan harus dilakukan secara matang dan transparan, karena lahan terdampak proyek dinilai cukup kompleks.

Kompleksitas itu terjadi lantaran lahan tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga aset perusahaan swasta, PT KAI, aset Polri, hingga aset pemerintah.

Politisi PKB itu menyebut bahwa seluruh pihak terkait harus duduk bersama sejak awal agar proses penyelesaian lahan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sinkronisasi antarlembaga dinilai penting agar tidak muncul hambatan ketika anggaran pembangunan dari pemerintah pusat mulai digelontorkan.

“Harapan kami, semua pihak bisa duduk bersama. Siapa melakukan apa, sehingga nanti penyelesaiannya bisa klop dan selesai bersamaan. Jangan sampai pembebasan lahan di masyarakat selesai, tapi dengan instansi lain atau perusahaan justru mengganjal saat dana dari pusat mau turun,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah mulai melakukan sosialisasi untuk pembebasan lahan sebagai langkah awal merealisasikan proyek strategis yang selama bertahun-tahun dinanti masyarakat itu.

Nasih pun mengapresiasi langkah jajaran eksekutif, khususnya pimpinan daerah yang turun langsung untuk sosialisasi.

Menurutnya, proyek itu merupakan kebutuhan mendesak yang sudah lama menjadi harapan masyarakat.

Selain fokus pada aspek teknis pembangunan, DPRD juga meminta Pemkab Sidoarjo memperhatikan dampak sosial yang kemungkinan muncul di tengah masyarakat terdampak.

Sosialisasi secara masif dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun penolakan saat proses berjalan.

Nasih menilai, keberadaan flyover nantinya tidak hanya berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga akan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Terlebih, kawasan Gedangan dan Buduran selama ini dikenal sebagai salah satu koridor industri utama di Kabupaten Sidoarjo.

Ya, Flyover Gedangan diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Gedangan.

Selama ini, titik perlintasan itu kerap menjadi simpul kepadatan kendaraan yang membuat aktivitas masyarakat maupun distribusi barang terganggu.

Dalam sosialisasi beberapa waktu lalu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa dalam proses pembebasan lahan, masyarakat tidak dirugikan.

Semua aset, baik tanah, bangunan, maupun tanaman, akan diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa perantara.

Bupati Subandi juga menegaskan bahwa warga terdampak tidak akan dibebani pajak ataupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam proses pembebasan lahan ini.

“Proses pembebasan lahan seluas 45.822 meter persegi tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026, sehingga konstruksi fisik atau pembangunan jembatan layang bisa dimulai pada 2027,” kata Subandi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.