TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mulai mengambil langkah proaktif untuk menjamin kesejahteraan para pegawainya setelah tidak lagi berdinas.
Sebanyak 110 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wonosobo yang dijadwalkan memasuki masa pensiun pada tahun 2028-2029 mendatang, kini mulai dibekali dengan pelatihan kewirausahaan agar tetap produktif dan mandiri secara finansial.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonosobo, Iwan Widayanto, menjelaskan bahwa pelatihan intensif ini sengaja digelar dua tahun sebelum masa purna tugas tiba.
Langkah ini diambil sebagai strategi dinas untuk mengantisipasi guncangan psikologis atau post power syndrome yang kerap dialami oleh para pensiunan pegawai negeri.
“Terkadang ketika seseorang memasuki usia pensiun ada rasa kaget, karena selama menjadi ASN berada di zona nyaman dengan gaji dan tunjangan yang diterima rutin. Karena itu kami ingin membantu agar bapak ibu ASN memiliki kesiapan dan perencanaan sejak dini,” ujar Iwan Widayanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Lima Mahasiswanya Ditahan Polresta Banyumas, Unsoed Tegaskan Tak Tolerir Kekerasan Seksual dan Fisik
BKD Wonosobo Kelompokkan Pelatihan Berdasarkan Passion ASN
Guna memastikan program tepat sasaran, BKD Wonosobo menerapkan pendekatan berbasis minat dengan melakukan pemetaan atau polling terlebih dahulu kepada para calon pensiunan.
Pada pelatihan gelombang pertama yang dilaksanakan pada Senin (25/5/2026) di Dieng Creative Hub tersebut, fokus diarahkan pada ASN yang memiliki minat besar di bidang peternakan.
Iwan menambahkan, pemetaan ini sangat krusial agar usaha yang dirintis pascapensiun dapat berjalan berkelanjutan. Selain sektor peternakan, pihaknya juga telah mengantongi data minat para ASN di sektor pertanian, perdagangan, hingga jenis usaha mandiri lainnya.
“Kalau passion dan minatnya tidak di situ lalu dipaksakan, tentu akan sulit berkembang. Karena itu kami gali terlebih dahulu minat para ASN agar pembekalan yang diberikan tepat sasaran,” tegas Kepala BKD.
Untuk memotivasi para peserta, BKD menghadirkan narasumber dan praktisi yang berkompeten. Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah mantan pejabat pemerintah daerah yang kini terbukti sukses beralih profesi mengembangkan roda bisnis di industri peternakan setelah purna tugas.
Bupati Wonosobo Jamin Penghargaan dan Dukungan Penuh
Di sisi lain, program pembekalan kewirausahaan ini mendapat dukungan penuh dari kepala daerah.
Baca juga: Mengaku Cucu Sultan Hamid II dan Pemilik Sawit Se-Sumatera, Sultan Nusantara Banyumas Ditangkap
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata apresiasi dan penghormatan tertinggi dari Pemkab Wonosobo atas pengabdian tanpa pamrih yang telah diberikan puluhan tahun oleh para abdi negara tersebut.
Menurut Bupati Afif, masa purna tugas merupakan fase hidup yang pasti dan alamiah sehingga tidak perlu menjadi momok yang dirisaukan oleh para pegawai.
“Pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan sebuah langkah baru yang penuh dengan peluang. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa para ASN yang memasuki masa pensiun dapat mempersiapkan diri secara mental, finansial, dan sosial untuk menghadapi kehidupan setelah tidak lagi aktif dalam pemerintahan,” terang Afif Nurhidayat.
Melalui pembekalan matang sejak dini ini, Bupati berharap kinerja dan profesionalisme pegawai tidak menurun di sisa masa baktinya.
Sebaliknya, hal ini diharapkan memicu semangat baru agar para ASN Wonosobo siap menjalani masa pensiun dengan perasaan yang bahagia, sejahtera, dan penuh percaya diri. (ima)