TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang masih terjaga hingga sekarang.
Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu ini menyimpan sejumlah peninggalan masa lampau yang menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan antara wisata sejarah, budaya, dan keindahan alam pegunungan, Karanganyar menjadi destinasi yang patut masuk dalam daftar kunjungan akhir pekan.
Salah satu situs bersejarah yang menarik perhatian adalah Candi Kethek, sebuah candi yang berada di kawasan lereng Gunung Lawu dengan suasana sejuk dan asri.
Lokasinya yang berada di jalur pendakian membuat candi ini cukup populer di kalangan pendaki maupun pencinta wisata sejarah.
Keunikan Candi Kethek terlihat dari bentuk bangunannya yang terdiri atas empat tingkat teras yang saling terhubung melalui undakan-undakan batu.
Struktur tersebut mencerminkan karakter arsitektur candi bercorak Hindu yang berkembang pada masa akhir Kerajaan Majapahit.
Selain nilai sejarahnya, lokasi candi juga menawarkan panorama alam yang menenangkan dengan hamparan pepohonan hijau dan udara pegunungan yang segar.
Baca juga: 5 Rekomendasi Ayam Goreng Legendaris di Solo, Rasa Enak & Lezat, Ada Ayam Goreng Kampung Mulyani
Nama “Kethek” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti monyet atau kera, karena pada masa lalu kawasan tersebut dikenal sebagai habitat banyak kera liar.
Hingga kini, cerita mengenai asal-usul nama tersebut masih menjadi bagian menarik yang sering disampaikan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
Suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan membuat Candi Kethek cocok dijadikan tempat untuk melepas penat sekaligus mempelajari sejarah lokal.
Banyak pengunjung memanfaatkan kunjungan ke candi ini untuk menikmati perjalanan alam sambil mengagumi jejak peradaban masa lampau yang masih berdiri kokoh.
Berjarak sekitar 43 kilometer dari pusat Kota Solo, lokasi Candi Kethek dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu setengah jam menggunakan kendaraan pribadi, menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah yang layak dikunjungi saat berada di Karanganyar.
Candi Planggatan berada di Dusun Ambak, Desa Barjo, Kecamatan Ngargoyoso.
Beberapa relief dan arca di candi ini mirip dengan Candi Sukuh dan Candi Cetho, sehingga memberi nuansa klasik dan mistis yang menarik bagi pecinta sejarah.
Lokasinya yang masih alami menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin merasakan ketenangan lereng Gunung Lawu.
Lokasinya berjarak 38 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 19 menit kendaraan pribadi.
Baca juga: 5 Pilihan Hotel di Dekat Solo Safari, Tarif Mulai Rp100 Ribuan Per Malam, Ada Wisma Kencana
Candi Sukuh terkenal dengan arsitektur unik dan relief-relief yang menggambarkan unsur mistis serta kehidupan manusia.
Bangunannya menyerupai piramida Suku Maya dan juga dikenal sebagai “Candi Erotis” karena beberapa reliefnya memiliki gambar yang unik.
Terletak di Dusun Tambak, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.
Perjalanan menuju candi cukup menanjak sehingga kendaraan harus dalam kondisi prima.
Lokasinya berjarak 36 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 14 menit kendaraan pribadi.
Candi Menggung menampilkan punden berundak lima tingkat dengan arca-arca yang mirip dengan Candi Sukuh dan Candi Cetho.
Terletak di Dusun Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, candi ini menawarkan pengalaman spiritual sekaligus wisata sejarah yang menarik.
Anak tangga yang menghubungkan tiap tingkat menambah sensasi petualangan saat mengunjungi candi ini.
Lokasinya berjarak 40 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 7 menit kendaraan pribadi.
Terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Candi Cetho menyajikan arsitektur menarik serta pemandangan alam yang memukau.
Berada di lereng Gunung Lawu, candi ini menawarkan kombinasi unik antara pengalaman spiritual dan visual.
Hal ini membuat pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekaligus menyelami sejarah dan budaya Jawa.
Lokasinya berjarak 42 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 31 menit kendaraan pribadi.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)