Kekurangan SDM, RPH Ngadirenggo Trenggalek Hanya Potong 1-2 Ekor Sapi per Hari
Ndaru Wijayanto May 30, 2026 04:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, hanya memiliki satu pemotongan hewan (RPH) di Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan. 

RPH Ngadirenggo di Trenggalek ini setiap harinya, hanya 1 sampai 2 ekor sapi yang disembelih.

Banyak pekerjaan rumah yang harus disempurnakan untuk RPH Ngadirenggo ini agar lebih bagus pelayanannya.

Juru Periksa Daging (Keur Master) RPH Ngadirenggo, Suyitno mengatakan hari normal di luar musim kurban, sapi yang disembelih murni berasal dari para jagal lokal, tersebar di wilayah Kabupaten Trenggalek. 

"Jumlahnya pun tergolong minim, yakni hanya berkisar satu sampai dua ekor sapi rutin setiap harinya," terang Suyitno kepada TribunJatim.com, Sabtu (30/5/2026).

Selain masalah sepinya aktivitas, RPH Ngadirenggo saat ini dihadapkan pada persoalan serius terkait keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Baca juga: Kabar Gembira, Pemkab Trenggalek Siapkan Nobar Gratis Piala Dunia 2026

Suyitno menegaskan pembenahan aspek SDM jauh lebih mendesak dibandingkan pemenuhan fasilitas alat penunjang.

Tata kelola personel harus disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang ada di lapangan.

Kondisi ini kian mendesak, mengingat RPH Ngadirenggo tidak lama lagi akan ada kekosongan tenaga ahli akibat faktor purna tugas pegawai.

"Kami sangat membutuhkan adanya diklat atau pelatihan untuk regenerasi pekerja. Masa pensiun saya tinggal dua tahun lagi, itu sudah batas maksimal. Harus ada penerus yang siap menggantikan," tuturnya. 

Pria yang awal penempatan di wilayah Timur Indonesia ini membeberkan sejumlah alat operasional yang mendesak untuk segera diadakan oleh dinas terkait guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja RPH.

Beberapa alat utama yang dibutuhkan antara lain, Timbangan Sapi Hidup. Yaitu untuk mengukur bobot riil sapi sebelum disembelih.

"Lalu, Timbangan Elektrik untuk akurasi penghitungan berat karkas atau daging bertulang," paparnya.

Dikatakannya, alat lain yang dibutuhkan adalah alat Potong Tulang dan Gergaji Karkas.

Dimana alat itu untuk membelah bagian karkas secara cepat dan higienis.

Pak Yit, sapaan akrabnya ini mengaku disamping peralatan potong dasar, juga menyoroti pentingnya pengadaan sistem hidrolik modern yang berfungsi untuk menggulingkan sapi berukuran besar.

Alat modern ini dinilai krusial untuk mengantisipasi masuknya sapi-sapi dengan tonase besar di masa mendatang.

Pak Yit mengaku alat penumbang sistem hidrolik itu sangat dibutuhkan. Kalau menggunakan metode manual, taruhannya sangat berat untuk sapi berbobot besar.

"Jika memakai sistem hidrolik, petugas tinggal menjepit tubuh sapi lalu menggulingkannya dengan mudah

Beliau mengaku alat hidrolik ini penting jika ke depan tonase sapi yang masuk semakin besar. Bahkan mungkin mencapai lebih dari satu ton.

Aktivitas di RPH Ngadirenggo baru menunjukkan sedikit peningkatan saat momentum Hari Raya Iduladha kemarin.

Pihak RPH menyembelih total enam ekor sapi dalam waktu dua hari. Hari pertama menyembelih tiga ekor sapi dan kedua tiga ekor.

Pak Yit menambahkan perihal dengan regulasi pembiayaan, menerapkan dua opsi skema biaya bagi masyarakat, takmir masjid, maupun orang yang berkurban yang ingin memanfaatkan fasilitas pemotongan hewan tersebut.

Opsi pertama berlaku jika pihak pemohon membawa tim jagal sendiri dari luar ke RPH. Untuk skema ini, pihak RPH sama sekali tidak memungut biaya pemotongan.

"Pengguna hanya diwajibkan membayar biaya retribusi daerah resmi dan biaya kebersihan hanya 30 sampai 40 ribu untuk sapi," ulasnya.

Sementara itu, opsi kedua berlaku jika pemohon meminta layanan pembersihan hewan kurban secara menyeluruh dari pihak RPH.

"Kalau dari pihak sahibulkhajat atau takmir meminta pelayanan bersih, itu memang dikenakan biaya tambahan sebesar 500 ribu per ekor. Biaya itu diperlukan karena kami harus mendatangkan tim tenaga kerja dari luar, bukan dari internal dinas," akuinya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.