Bukan Sekadar Panggil, John Herdman Ungkap Alasan Akselerasi Karier Mathew Baker di Timnas Indonesia
Wila Wildayanti May 30, 2026 05:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Mat Baker (Mathew Baker) ini bukan sekedar dipanggil mengikuti TC Timnas Indonesia. Namun, pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku bahwa ini untuk masa depan pemain agar bisa menembus klub Eropa.

BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memiliki ambisi besar untuk masa depan Mathew Baker. Berkaca pada kesuksesannya mengorbitkan bintang Kanada, Jonathan David, dari akademi hingga menjadi pemain papan atas di Liga Prancis hingga di Juventus saat ini.

John Herdman kini ingin menerapkan strategi akselerasi serupa untuk talenta muda skuad Garuda, agar Mathew Baker bisa menembus klub Eropa.

Mathew Baker memang menjadi salah satu pemain keturunan yang paling sibuk dalam di Timnas Indonesia belakangan ini.

Pemain berusia 17 tahun ini sebelumnya diketahui turut tampil dan membela Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia U-17 2026.

Namun, setelah itu ia pun langsung bergabung dalam pemusatan latihan (TC) Timnas U-19 Indonesia di Yogyakarta.

Ini karena Timnas U-19 Indonesia akan tampil di ASEAN U-19 Championship 2026 di Sumatera Utara, pada 1-13 Juni 2026.

Akan tetapi, sebelum tampil di ajang Piala AFF U-19 ini, Mathew Baker mendapat undangan dari John Herdman untuk mengikuti TC Timnas Indonesia.

Pemain Melbourne City FC tersebut pun terpantau ikut TC dan internal game bersama Timnas Indonesia yang tengah menjalani persiapan menuju ASEAN Championship 2026.

Mathew Baker terlihat ikut beraksi dalam internal game yang berlangsung di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

John Herdman ternyata memiliki misi tersendiri di balik pemanggilan Mathew Baker ke TC Timnas Indonesia ini.

Tak hanya sekedar dipanggil, tetapi John Herdman ingin mengulang kesuksesannya saat mengorbitkan bintang dunia Jonathan David.

Pelatih asal Inggris tersebut meyakini bahwa jendela karier pemain muda untuk menembus Eropa sangatlah pendek, sehingga diperlukan kangkah cepat melalui jalur tim nasional.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual Mathew Baker agar bisa segera gengkang dari A-League menuju kompetisi Tier 1 atau Tier 2 di Benua Biru atau Eropa.

“Ya, jadi Mathew Baker adalah prospek muda yang menarik. Bagian dari strategi kami adalah strategi akselerasi,” ujar John Herdman kepada awak media termausk BolaSPort.com, di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

“Apa yang saya pelajari adalah ketika Anda melihat pemain dengan potensi tersebut, penting untuk melambungkan kariernya dengan cepat,” ucapnya.

“Karena jendela untuk memindahkan pemain, mungkin dari A-League ke Tier 1 atau Tier 2 di Eropa, itu sangat pendek.”

Langkah berani ini diambil untuk memangkas waktu adaptasi pemain agar mereka bisa lebih cepat dilirik oleh klub-klub besar di Eropa, sekaligus meningkatkan kualitas pemain muda.

Ia belajar hal ini dari Jonathan David yang sebelumnya juga dilirik klub besar setelah dapat kepercayaan main di Timnas Kanada.

Jonathan David tahun 2020 bergabung dengan Lille dan setelah itu 2025 ia resmi berseragam klub raksasa Italia yakni Juventus hingga saat ini.

Oleh karena itu, ia ingin mengulang dan meniru cara mengorbitkan Jonathan David sebelumnya ini bisa juga diterapkan untuk Mathew Baker.

“Jika seorang pemain memiliki kesempatan di level internasional, mereka mendapat lebih banyak peluang untuk dilihat dan mereka melangkah naik lebih cepat,” kata John Herdman.

“Saya mengalami ini dengan Jonathan David di Kanada, kami memilikinya saat usia 17 tahun bermain di Gent, di akademi mereka.”

“Tetapi kami mempercepat kariernya, kami memberinya peluang ketika mungkin ada pemain yang lebih tua yang bisa bermain. Dan dia menjalani Gold Cup di mana dia memenangkan pemain terbaik turnamen, Golden Boot.”

“Hal berikutnya, dia bermain di Prancis di level tertinggi,” ungkapnya.

Pelatih berusia 50 tahun itu meyakini bahwa hal ini bisa diterapkan untuk pemain muda Indonesia.

Tak hanya Mathew Baker, ia juga menyinggung pemain muda seperti Alfarezzi Buffon yang masih berusia 19 tahun.

Masa depan para pemain muda ini masih panjang, sehingga diharapkan mereka bakal bisa dilirik klub luar negeri agar bisa bersaing nantinya.

“Jadi, inilah cara yang saya yakini dapat membantu pemain muda kita, Buffon (Alfarezzi Buffon), Matthew Baker untuk mengekspos mereka ke tim nasional dan harapannya mereka dapat bergerak lebih cepat ke level berikutnya jika mereka memiliki kemampuan tersebut,” tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.