Kecepatan Angin Tembus 56 Km/Jam, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Durasi Singkat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mengungkapkan penyebab utama terjadinya fenomena angin kencang ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat pada Jumat 29 Mei 2026 malam.
Forecaster Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Fitri Doyo, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kemunculan gugusan awan Cumulonimbus (Cb) berukuran masif yang bergerak dari arah laut menuju daratan pesisir barat Kalbar.
"Terpantau gugusan awan tersebut memanjang dari utara yakni Kabupaten Sambas hingga ke selatan di Kabupaten Kubu Raya," ujar Fitri Doyo saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Sabtu 30 Mei 2026.
Fitri menambahkan, pergerakan gugusan awan hitam tersebut terjadi secara serentak.
Karakteristik awan ini sangat berbahaya karena berpotensi kuat memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat atau petir, serta angin kencang secara mendadak.
• Daftar 20 Provinsi Terpanas di Indonesia Akhir Mei 2026, BMKG: 3 Daerah Capai Suhu 35,4 Derajat
Di dunia meteorologi, fenomena ini dikenal dengan istilah Squall Line (garis badai).
Pihak BMKG mengakui bahwa munculnya fenomena squall line pada malam hari tersebut berada di luar prakiraan rutin harian.
"Kejadian angin kencang akibat fenomena squall line tersebut di luar prakiraan BMKG, karena fenomena ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat sehingga cukup sulit untuk dideteksi jauh-jauh hari," jelasnya.
Berdasarkan data resmi yang dihimpun dari pos dan stasiun pengamatan BMKG Kalbar, kecepatan angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah pada malam tersebut tercatat cukup tinggi dan masuk kategori di atas normal:
Stasiun Meteorologi Singkawang: Kecepatan angin mencapai 30 knot (56 km/jam).
Pos Meteorologi Paloh Sambas: Kecepatan angin mencapai 26 knot (48 km/jam).
Stasiun Klimatologi Mempawah: Kecepatan angin mencapai 25 knot (46 km/jam).
Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang: Kecepatan angin mencapai 25 knot (46 km/jam).
Meskipun secara umum BMKG memprakirakan potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat dominan terjadi pada siang hingga sore hari, masyarakat diminta tidak lengah pada malam hari.
Mengingat wilayah pesisir Kalbar masih sangat dinamis, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang maupun baliho roboh.
"Jika dalam kondisi hujan dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk segera berlindung ke tempat yang aman. Hindari berteduh di bawah pohon karena dapat berisiko tinggi terjadi pohon tumbang," pungkas Fitri. (*)