Dampak Dibangun Rumah Pensiun Jokowi di Karanganyar, Harga Tanah Sekitar Capai Puluhan Juta/Meter
Musahadah May 30, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Dibangunnya rumah pensiun Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berdampak melambungnya harga tanah di daerah sekitar. 

Saat ini harga tanah di sekitar rumah pensiun Jokowi mencapai puluhan juta rupiah per meter.

Hal ini diakui Ketua REI Komisariat Soloraya, Oma Nuryanto, dikutip dari kompas.com pada Sabtu (30/5/2026). 

Dikatakan Oma, wilayah di sekitar rumah pensiun Jokowi termasuk strategis karena memiliki akses langsung menuju gerbang tol dan Bandara Internasional Adi Soemarmo.

"Ya kalau di Colomadu, lokasi Colomadu pada intinya memang tanahnya relatif lebih tinggi. Karena mengingat geografi, di sana kan akses tol dan akses bandara, satu itu," katanya.

Baca juga: Sosok Djarot Saiful Politisi PDIP yang Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah, Tak Soalkan Keliling Indonesia

Selain itu, lanjut Oma, di kawasan itu juga ada rumah Presiden ke-7 RI, Jokowi. 

"Ketiga, juga banyak pejabat yang punya atau lokasi beli tanah di kawasan Colomadu," imbuhnya.

Menurut Oma, berdasarkan pemetaan pasar saat ini, fluktuasi harga tanah di Colomadu terbagi menjadi dua klasifikasi, yakni ring satu dan ring dua.

Oma menjelaskan, ring satu yakni Jalan Utama Adi Sucipto menjadi titik paling eksklusif dan komersial dengan harga tanah menyentuh puluhan juta rupiah per meter persegi.

"Kalau ring dua itu masuk gang, kavling kecil sekitar 100 sampai 150 meter persegi kisaran Rp 8 jutaan per meter perseginya. Kalau kavling sedang kurang lebih sekitar Rp 5 juta sampai Rp 7 jutaan," terangnya.

Oma mengatakan, untuk pembelian lahan skala besar ribuan meter persegi, harga tanah per meternya relatif lebih murah dibanding kavling kecil.

"Kalau tanahnya lebih luas, lebih banyak meterannya, ribuan, ya harganya lebih murah per meternya. Misalnya harga tanah di lokasi sama di Adi Sucipto, 100 meter harganya Rp 10 juta per meter, tapi kalau yang 5.000 meter harganya cuma Rp 5 juta per meter, ya lebih luas lebih murah," jelasnya.

Oma menilai, meroketnya harga tanah di Colomadu bak pisau bermata dua bagi para pelaku industri properti.

"Sebenarnya ya peluang dan tantangan. Peluang dari daya tariknya karena jadi salah satu kawasan elite di Soloraya. Cuma tantangannya harga tanah kalau tinggi kan juga harga jualnya semakin tinggi," jelasnya.

Dampak dari tingginya harga tanah tersebut membuat karakteristik hunian di Colomadu bergeser total ke pasar premium dengan harga rata-rata satu rumah komersial di kawasan ring satu menembus angka Rp 1 miliar.

Oma juga menilai, program rumah subsidi hampir mustahil direalisasikan di kawasan Colomadu.

"Di sana sudah komersial semua, subsidi enggak mungkin, harga tanahnya sudah mahal semua. Sudah eksklusif, premium karena di sana harga jual rumah itu ring satu Rp 1 miliaran," katanya.

Tidak akan ditempati Jokowi

Sebelumnya, Presiden ke-7 Joko Widodo menegaskan bahwa ia tidak akan menempati rumah pensiun hadiah dari negara.

Jokowi menyatakan bahwa rumah yang saat ini hampir selesai dibangun itu, akan difungsikan sebagai tempat pertemuan atau ruang publik.

“Ya, bisa saja untuk pertemuan-pertemuan. (Dibuka sesekali untuk ruang publik) kayaknya iya, bisa aja,” ujar Jokowi saat ditemui di Banjarsari, Kota Solo, pada Senin (27/10/2025).

Mantan presiden ini mengaku lebih nyaman tinggal di rumah lamanya meskipun ukurannya lebih kecil.

“Tetap di rumah lama. Sudah punya rumah, meskipun rumahnya kecil ya, tapi tetap senang di rumah yang lama,” jelasnya.

Jokowi kembali menegaskan bahwa meskipun rumah pensiunnya telah selesai dibangun dan diserahkan, ia tidak akan berpindah domisili.

“Enggak, tetap di Sumber,” tegasnya.

Didukung Pemkot Solo

 Wakil Wali (Wawali) Kota Solo, Astrid Widayani, mendukung rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengalihfungsikan rumah pensiunnya di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah sebagai tempat pertemuan atau kepentingan publik.

Menurut dia, apapun keputusan Jokowi yang berencana mengalihfungsikan rumah pensiun itu bisa membawa kebaikan bagi Solo dan Indonesia.

"Apapun keputusan beliau, kami mendukung, menghormati. Beliau sebagai mantan Wali Kota, mantan Presiden kita yang ketujuh, salah satu teladan kami juga," ungkapnya, Jumat (31/10/2025).

"Karena sudah purnatugas di Solo, monggo nanti, silakan keputusan di Pak Jokowi dan keluarga seperti apa nyamannya, dan semua yang dijalankan semua ini untuk kebaikan Solo maupun Indonesia," imbuhnya.

Pemkot Solo, lanjut Astrid, sangat terbuka bagi siapapun, termasuk investor, dalam menciptakan destinasi baru untuk meramaikan Solo.

Sehingga mengundang banyak wisatawan. Kediaman Jokowi juga dinilai bisa menunjang hal tersebut.

"Kita senang ada tempat yang mungkin bisa menambah minat atau pendatang destinasi baru. Tidak hanya kediaman Bapak Jokowi, tetapi juga siapapun, ya, investor kemudian pihak manapun yang meramaikan Solo. Kami sangat berterima kasih dan sangat terbuka," jelasnya. (Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.