Cerita Sopir Truk di Padang Pasrah Jika Solar Habis Sebelum Giliran, Pilih Matikan Mesin & Menunggu
Rahmadi May 30, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kecemasan melanda para sopir truk angkutan barang saat menghadapi fenomena antrean solar di SPBU Kota Padang pada Sabtu (30/5/2026) sore.

Di tengah antrean yang mengular panjang di SPBU Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, para sopir truk tidak memiliki pilihan lain selain pasrah menunggu giliran.

Mereka dihantui risiko pasokan BBM bersubsidi habis tepat sebelum truk mereka mencapai giliran pengisian.

Pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, antrean kendaraan didominasi oleh truk-truk besar yang mengular hingga ke bahu jalan raya.

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar area kawasan Simpang Kampus sedikit terhambat akibat menyempitnya lajur kendaraan.

Baca juga: Semen Padang FC Diminta Jaga Keseimbangan Pemain Inti dan Cadangan, Liga 2 Punya Jadwal Panjang

Berdasarkan situasi di lapangan, antrean kendaraan yang mengular panjang tersebut didominasi oleh pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi.

Puluhan truk berukuran sedang hingga besar tampak berjejer rapi menunggu giliran untuk mendekati nosel pengisian.

Selain Solar, antrean cukup padat juga terlihat pada jalur pengisian BBM jenis Pertalite, yang sebagian besar dipenuhi oleh pengendara sepeda motor.

Sebaliknya, pemandangan kontras terlihat pada jalur pengisian BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo dan Dexlite. Pada kedua jalur tersebut, suasana tampak lengang dan nyaris tidak ada kendaraan yang mengantre.

Sopir truk bernama Tarmizi  mencatatkan waktu tunggu yang lama, yakni sudah berdiri statis di dalam antrean selama kurang lebih satu jam.

Baca juga: Arti Lirik Lagu Minang Satitiak Aia Mato, Dinyanyikan Silva Hayati

Tarmizi hanya bisa berharap agar persediaan Solar di SPBU Kayu Gadang tidak habis di gilirannya nanti.

"Ya berharap dapat Solar dan tidak habis. Namun, kalau memang nanti ternyata habis di giliran saya, ya apa boleh buat," keluh Tarmizi.

Jika skenario buruk itu terjadi, Tarmizi mengaku tidak memiliki pilihan lain selain mematikan mesin dan bertahan di lokasi SPBU.

Ia terpaksa harus menunggu dengan sabar sampai armada tangki pertamina datang membawa pasokan stok BBM Solar yang baru ke SPBU tersebut.

Sopir truk lainnya, Gilang, mengaku sudah berada di barisan antrean sejak pukul 15.00 WIB demi bisa mendapatkan Solar.

Baca juga: Arti Lirik Lagu Minang Angkek Tangan

Pria yang sehari-hari bekerja mengangkut Crude Palm Oil (CPO) dengan rute perjalanan menuju Solok Selatan ini menganggap waktu tunggu satu jam masih terbilang normal.

"Sudah antre sejam dari jam tiga tadi. Kalau bagi kami para sopir, antre sejam ini mah sudah biasa," ujar Gilang saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, dalam situasi yang lebih parah, dirinya bahkan pernah terpaksa mengantre hingga empat jam lamanya hanya untuk mengisi tangki bahan bakar.

Oleh karena itu, Gilang menilai kondisi antrean pada sore hari ini masih tergolong tidak terlalu panjang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Menghadapi situasi rutin seperti ini, para sopir truk dituntut untuk memiliki kesabaran ekstra saat menjalankan pekerjaan mereka di jalan raya.

Baca juga: WTP Murni Dharmasraya 2025 Diraih, Bupati Annisa Sebut Hasil Pembenahan Sistem

Terlebih lagi, kondisi cuaca yang cukup terik di Kota Padang pada sore itu membuat suasana di dalam kabin kemudi terasa semakin gerah.

Untuk menyiasati rasa haus dan panas selama masa tunggu yang lama, Gilang mengaku selalu menyiapkan bekal khusus di dalam truknya.

"Belum lagi cuaca panas begini, makanya minuman dingin juga tentu sudah saya stok di dalam mobil untuk menemani menunggu," ungkapnya.

Satu-satunya kekhawatiran terbesar bagi Gilang adalah risiko kehabisan pasokan Solar tepat sebelum giliran kendaraannya tiba di depan pompa pengisian.

Ia sangat berharap tangki penyimpanan SPBU masih mencukupi agar dirinya bisa segera melanjutkan perjalanan logistik menuju Solok Selatan. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.