Harga Emas di Palembang Kompak Naik Akhir Pekan Ini, Emas Perhiasan dan Murni Meroket
Yandi Triansyah May 30, 2026 07:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Fluktuasi harga logam mulia di Kota Palembang terus berlanjut pada akhir pekan pasca-Idul Adha. 

Pada Sabtu (30/5/2026), harga emas perhiasan maupun emas murni terpantau kompak mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga hari sebelumnya.

Di Toko Emas Makmur Jaya, harga emas perhiasan kadar 92 persen dengan berat 1 suku (6,7 gram) hari ini dibanderol Rp 14.500.000 per suku, atau naik Rp 50.000 dari harga kemarin yang berada di angka Rp 14.450.000 per suku. 

Sementara untuk harga per gram, mengalami kenaikan sebesar Rp 50.000 menjadi Rp 2.250.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 2.200.000 per gram.

Tren kenaikan juga terjadi di Toko Emas Laris yang terletak di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. 

Untuk emas perhiasan jenis cincin, harganya naik Rp 100.000 menjadi Rp 14.750.000 per suku dibandingkan harga kemarin yang sebesar Rp 14.650.000 per suku. 

Sedangkan untuk perhiasan jenis kalung dan gelang dibanderol Rp 14.650.000 per suku, atau naik Rp 100.000 dari harga kemarin Rp 14.550.000 per suku.

Tidak hanya emas perhiasan, harga emas murni batangan juga ikut merangkak naik, baik untuk harga jual maupun harga beli kembali (buyback).

Harga emas Antam hari ini naik sebesar Rp 29.000 menjadi Rp 2.805.000 per gram dari harga kemarin yang dibanderol Rp 2.774.000 per gram. 
Kenaikan ini diikuti oleh harga buyback yang terkerek naik Rp 30.000 berada di level Rp 2.609.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp 2.579.000 per gram.

Sementara itu, emas murni produksi Galeri 24 Pegadaian untuk ukuran 1 gram hari ini dijual seharga Rp 2.794.000 per gram, atau naik Rp 22.000 dari harga kemarin sebesar Rp 2.772.000 per gram. 

Harga buyback Galeri 24 juga ikut merangkak naik ke angka Rp 2.620.000 per gram atau naik Rp 20.000 dari harga kemarin Rp 2.600.000 per gram.

Pemilik Toko Emas Makmur Jaya, Awi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas di akhir pekan ini dipicu oleh sentimen global, salah satunya terkait isu perpanjangan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

"AS dan Iran dikabarkan mencapai memorandum of understanding (MoU) untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, meski Presiden AS Donald Trump masih harus memberikan persetujuan akhir," ujar Awi, Sabtu (30/5/2026).

Faktor lain yang turut mendongkrak harga logam mulia adalah rilis data ekonomi AS. Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS tercatat naik 3,8 persen secara tahunan hingga April, yang dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar. Secara bulanan, indeks PCE naik 0,4 % pada April setelah sempat melonjak 0,7 % pada Maret.

Menurut pedagang logam independen, Tai Wong, kombinasi antara data inflasi AS yang melandai serta kabar dibukanya kembali Selat Hormuz memberikan dampak positif yang signifikan bagi pergerakan harga emas dunia dan domestik saat ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.