TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabut tipis masih menggantung di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ketika deretan skutik premium mulai bergerak menuju selatan.
Mesin-mesin berkapasitas besar itu meraung pelan, membelah udara pagi yang sejuk. Di depan, bentangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sudah menunggu dengan segala pesona dan tantangannya.
Bagi para peserta, perjalanan itu bukan sekadar touring.
Ada cerita yang ingin dibawa pulang. Tentang jalanan yang membentang di tepi Samudra Hindia, tentang persahabatan yang tumbuh selama perjalanan, hingga tentang wajah lain Pulau Jawa yang belum banyak diketahui wisatawan.
Keseruan tersebut menjadi bagian dari etape kelima MAXi Tour Boemi Nusantara yang digelar ATPM berlogo Garpu Tala.
Rute perjalanan kali ini melintasi kawasan selatan Jawa, mulai dari perbatasan Jawa Tengah dan DIY menuju Pacitan, berlanjut ke Wonogiri, hingga berakhir di Kota Solo.
Di sepanjang perjalanan, peserta yang terdiri dari pegiat otomotif, komunitas, kreator konten, hingga jurnalis disuguhi panorama yang terus berganti.
Hamparan bukit karst, hijaunya perbukitan, hingga birunya Samudra Hindia menjadi teman sepanjang perjalanan.
Namun pesona alam bukan satu-satunya daya tarik.
JJLS dikenal sebagai jalur yang mampu menguji kemampuan berkendara. Tanjakan panjang, turunan curam, serta tikungan beruntun membuat pengendara harus tetap fokus meski mata dimanjakan oleh pemandangan.
Bagi pecinta roda dua, kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri.
Setiap tikungan menghadirkan sensasi baru. Setiap tanjakan menjadi ajang menguji performa kendaraan dan kemampuan pengendara dalam menjaga ritme perjalanan.
Memasuki Pacitan, suasana berubah lebih santai.
Kota pesisir yang terkenal dengan keindahan pantainya itu menyambut rombongan dengan hembusan angin laut dan panorama khas kawasan selatan Jawa.
Beberapa peserta terlihat berhenti sejenak untuk mengabadikan momen, sementara yang lain memilih menikmati suasana sambil berbincang dengan rekan seperjalanan.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Wonogiri.
Di wilayah Jawa Tengah bagian selatan ini, peserta disuguhi perpaduan panorama waduk, perbukitan, dan kehidupan masyarakat yang masih kental dengan budaya lokal.
Tak sedikit peserta yang mengaku baru menyadari bahwa kawasan selatan Jawa Tengah menyimpan banyak destinasi menarik yang selama ini luput dari perhatian.
"Jalur pas untuk geber motor, tak hanya itu ternyata indah banget pemandangannya," jelas Lucas satu di antara peserta touring, Sabtu (30/5/2026).
Memasuki Solo, suasana kebersamaan semakin terasa.
Perjalanan ratusan kilometer yang telah ditempuh bersama seolah menghapus perbedaan latar belakang para peserta.
Yang tersisa hanyalah cerita, tawa, dan pengalaman yang dibangun sepanjang perjalanan.
Chief Area DSS 3 Jawa Tengah dan DIY ATPM berlogo Garpu Tala, Bill Gunawan, mengatakan etape kelima MAXi Tour Boemi Nusantara menjadi perjalanan yang menghadirkan banyak cerita sekaligus.
Menurutnya, perjalanan lintas kota tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman berkendara, tetapi juga mempererat hubungan antar pengguna skutik premium dari berbagai daerah.
"Lebih dari sekadar touring, kegiatan ini menjadi perayaan kebersamaan dalam satu identitas. Solidaritas yang terbangun selama perjalanan menunjukkan kuatnya loyalitas dan rasa persaudaraan di antara para peserta," ujarnya. (*)