Kisah Pemuda KKU Nyalakan Harapan Peningkatan Karier, Dari Helper Menjadi Operator Bersertifikat
Mirna Tribun May 30, 2026 08:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Di sebuah ruang pelatihan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, beberapa pemuda tampak serius memperhatikan materi tentang pengoperasian overhead crane. 

Bagi sebagian orang, pelatihan itu mungkin hanya rutinitas kerja biasa. Namun bagi Suheriduansyah, pemuda 19 tahun asal Tanjung Satai, Kepulauan Maya, Kayong Utara, pelatihan tersebut menjadi pintu untuk membuka masa depan yang lebih besar bersama proyek strategis nasional (PSN) itu. 

PT Dharma Inti Bersama (DIB) adalah perusahaan pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Kawasan industri ini diproyeksikan sebagai pusat hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi. 

Sebelum bergabung di kawasan industri, Suheriduansyah pernah bekerja sebagai karyawan di perkebunan sawit.

Kini ia menjadi bagian dari crew batching plant dan mengikuti Program Pelita Penebang, sebuah program pengembangan keterampilan bagi tenaga kerja non-skill di KIPP.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya, Mei 2026.

Suheriduansyah mengaku awalnya belum memahami sepenuhnya dunia operator alat berat dan overhead crane.

Namun keinginan untuk belajar membuatnya mantap mengikuti seluruh proses seleksi, mulai dari administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.

MENDENGARKAN - Peserta Program Pelita Penebang mendengarkan pemamparan tentang teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
MENDENGARKAN - Peserta Program Pelita Penebang mendengarkan pemamparan tentang teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

Semangat yang sama juga terlihat dari Eka Pramuja, pemuda 22 tahun asal Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai, Kayong Utara. Sebelum bekerja di KIPP, ia sempat merantau dan bekerja di toko sembako di Ketapang setelah lulus sekolah pada 2022.

Kesempatan bergabung di kawasan industri menjadi pengalaman baru baginya.

Apalagi saat mengetahui adanya program peningkatan keterampilan yang membuka peluang jenjang karir lebih baik.

“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Pastinya saya tidak ingin di posisi yang sama terus, jadi ada peluang jenjang karier,” kata Eka.

Baca juga: Wujudkan Impian Listrik Masyarakat Desa Pelapis Kayong Utara, PT DIB Serahkan Bantuan Genset

Ia masih mengingat masa awal bekerja ketika proses pengangkatan material di batching plant dilakukan secara manual.

Seiring perkembangan fasilitas kerja, kebutuhan operator overhead crane mulai meningkat.

Dari situlah para pekerja lokal mulai diperkenalkan pada pelatihan dan pembelajaran teknis.

Bagi Eka, program tersebut bukan sekadar pelatihan kerja, melainkan kesempatan untuk membantu keluarga dan membangun masa depan sejak usia muda. 

“Harapannya tentu untuk membantu keluarga juga. Mumpung masih muda, jadi sekalian tambah pengalaman dan wawasan,” ujarnya.

MENDENGARKAN - Peserta program Pelita Penebang mendengarkan pemaparan tentang pengenalan dsaalat Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Program Pelita Penebang, program pelatihan dan sertifikasi keterampilan kerja bagi tenaga kerja harian lepas di area operasional perusahaan.
MENDENGARKAN - Peserta program Pelita Penebang mendengarkan pemaparan tentang pengenalan dsaalat Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Program Pelita Penebang, program pelatihan dan sertifikasi keterampilan kerja bagi tenaga kerja harian lepas di area operasional perusahaan. (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

Membuka Jalan Karier

Program Pelita Penebang merupakan inisiatif pengembangan SDM lokal yang digagas tim tim Human Resources berkolaborasi dengan Health, Safety, and Environment (HSE) KIPP.

Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan dan pelatihan profesional bagi tenaga kerja harian lepas agar memiliki kompetensi yang tersertifikasi.

Niken Prisca, Head of Corporate Communications KIPP menyebut program tersebut lahir dari kebutuhan perusahaan sekaligus keinginan untuk membuka peluang lebih luas bagi bagi tenaga kerja non-skill di kawasan industri tersebut .

“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” ujarnya.

Menurutnya, nama “Pelita” dipilih karena memiliki makna simbolis sebagai cahaya yang menerangi jalan. Filosofi itu sejalan dengan tujuan program untuk membuka jalan karier dan masa depan yang lebih baik bagi tenaga kerja lokal.

MENDALAMI - Peserta Program Pelita Penebang mendalami teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
MENDALAMI - Peserta Program Pelita Penebang mendalami teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

“Harapannya program ini menjadi cahaya yang membuka karir yang baik bagi masyarakat lokal yang memiliki talenta dan kemauan untuk belajar,” katanya.

Pada tahap awal, program difokuskan pada pelatihan operator overhead crane. Peserta berasal dari tenaga kerja harian lepas di area batching plant yang sebelumnya bekerja sebagai helper atau pekerja umum.

Mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis pengoperasian alat, tetapi juga pembinaan disiplin, keselamatan kerja, hingga evaluasi lapangan. Para peserta yang lulus nantinya akan memperoleh sertifikasi resmi dari pemerintah. 

Program ini memiliki semangat yang sama dengan program yang telah diluncurkan sebelumnya, yaitu memberangkatkan 89 pemuda mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium di Cina selama tiga bulan melalui Operations Development Program (ODP). Puluhan pemuda yang sebagiannya merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara ini diproyeksikan bekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi keahlian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.