Garang saat Pamer Celurit di Konvoi, Ketua Geng Motor Brutaliti Banyuwangi Menangis di Kantor Polisi
Haorrahman May 30, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Ketua geng motor Brutaliti berinisial MAR (17), warga Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, tidak segarang saat videonya viral memamerkan senjata tajam saat konvoi. MAR terlihat menangis saat didatangi orangtuanya di kantor polisi. 

Polisi akhirnya menetapkan MAR sebagai tersangka setelah terbukti terlibat dalam konvoi geng motor sambil membawa senjata tajam di jalan raya. 

Penetapan tersangka dilakukan setelah jajaran Polsek Rogojampi melakukan serangkaian penyelidikan terkait aksi konvoi yang viral di media sosial tersebut. MAR kini telah ditahan di Mapolsek Rogojampi.

Baca juga: Ketua Geng Motor Bersajam Brutaliti Jadi Tersangka dan Ditahan, Menangis saat Dipertemukan Orang Tua

Aksi konvoi berlangsung di Jalan Raya Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, pada Minggu (25/5/2026) dini hari. Dalam iring-iringan tersebut, sejumlah anggota geng motor terlihat membawa dan memamerkan senjata tajam saat melintas di jalan umum.

Kanit Reskrim Polsek Rogojampi, Iptu Ocky Heru Prasetyo, mengatakan pihaknya menemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut sehingga status kasus dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Kami simpulkan ada unsur pidana di dalamnya, maka kita naikkan ke tahap penyelidikan dan kita tetapkan (ketua geng) sebagai tersangka," kata Ocky, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Geng Motor Brutaliti Banyuwangi Keling Bawa Celurit Cari Musuh, Berakhir di Ditangkap Polisi 

Selain MAR, polisi juga mengamankan dua anggota lain yang masih berusia di bawah umur, yakni NAS (16) dan JMA (15), keduanya berasal dari Kecamatan Muncar.

Namun, menurut Ocky, penanganan terhadap kedua remaja tersebut dilakukan dengan pendekatan hukum yang berbeda karena mempertimbangkan status mereka sebagai anak.

"Dua lainnya karena masih anak di bawah, penanganan dan pendekatan hukumnya berbeda," ujarnya.

Dalam kasus ini, MAR dijerat Pasal 307 Ayat 1 KUHP yang mengatur larangan menguasai atau membawa senjata tajam tanpa hak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, MAR diketahui membawa celurit sepanjang sekitar 50 sentimeter. Sementara NAS membawa celurit dan JMA membawa senjata tajam yang dibuat dari rantai besi.

Baca juga: Dua Anggota Geng Motor di Probolinggo Ditangkap Polisi Bawa Celurit Sepanjang 1 Meter

Menangis di Kantor Polisi

Sebelum ditahan, polisi mempertemukan MAR dengan orang tuanya. Remaja tersebut terlihat menangis saat mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye. Momen perpisahan berlangsung haru ketika ia memeluk orang tuanya sebelum dibawa ke ruang tahanan.

"Kita berikan kesempatan untuk mungkin berbicara sepatah dua patah dengan orang tuanya. Ya mudah-mudahan jadi kebaikan, jadi efek cerah, jadi edukasi untuk semuanya," kata Ocky.

Kasus ini mencuat setelah video konvoi geng motor Brutaliti beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para anggota geng terlihat berkendara dengan kecepatan tinggi dan menguasai hampir seluruh badan jalan. Beberapa di antaranya tampak mengacungkan senjata tajam jenis celurit.

Menindaklanjuti laporan masyarakat dan video yang viral, Polsek Rogojampi melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan tiga anggota geng motor tersebut.

"Pada Senin malam, kami amankan tiga anggota geng tersebut," kata Ocky sebelumnya, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Amankan Belasan Anak Geng Motor, Polres Probolinggo Kota Panggil Orang Tua dan Sekolah

Polisi menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung. Hingga kini, delapan anggota geng motor Brutaliti lainnya yang diduga terlibat dalam konvoi masih dalam pencarian.

"Dan delapan anggota geng lainnya masih dalam pencarian," kata Ocky.

 

.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.