Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Puluhan atlet tinju amatir dan profesional dari berbagai daerah di Jawa Barat, ambil bagian dalam Gelar Tinju Amatir dan Profesional (Ampro) memperebutkan sabuk emas Pangdam III/Siliwangi dan Gubernur Jabar.
Kegiatan tersebut, digelar dalam rangka HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, di Lapangan Serka Dedy Unadi, Makodam III/Siliwangi, Sabtu (30/5/2026).
Kejuaraan tersebut diikuti sekitar 80 petinju dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Mayoritas peserta, merupakan anggota TNI yang berasal dari berbagai satuan serta sasana binaan TNI.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, mengatakan pertandingan tinju tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan mental generasi muda.
Menurutnya, setiap petinju yang naik ke atas ring telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, disiplin, keberanian, dan semangat pantang menyerah yang sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung prajurit Kodam III/Siliwangi.
"Pertandingan yang telah kita saksikan hari ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan juga menjadi wadah pembinaan karakter, mental juang, disiplin, keberanian, serta sportivitas," ujar Kosasih.
Kosasih menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bukti sinergi antara TNI, pemerintah daerah, insan olahraga, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan berprestasi.
Kosasih berharap, kejuaraan tinju seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di tingkat yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan itu, Kosasih juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, wasit dan juri, official, sponsor, media, hingga para atlet yang telah menunjukkan semangat juang dan sportivitas sepanjang pertandingan.
Sementata itu, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Barat, Sugiharto Gandamiharja, mengatakan peserta terbanyak berasal dari Kota Bandung, Subang, Cirebon, dan Tasikmalaya.
"Peserta semuanya dari 27 kabupaten dan kota. Dari total 80 peserta, sekitar 50 orang merupakan anggota TNI," ujar Sugiharto.
Menurut dia, pertandingan mempertandingkan 29 partai tinju amatir dan dua partai profesional. Kelas yang dipertandingkan terdiri dari kategori elite serta beberapa kelas youth.
Selain memperebutkan sabuk emas Pangdam III/Siliwangi, kejuaraan tersebut juga menyediakan sabuk Kasdam III/Siliwangi dan sabuk Gubernur Jawa Barat bagi para juara.
"Ke depan kemungkinan akan dilaksanakan tiga bulan sekali. Untuk perebutan sabuk Kasdam kemungkinan akan tetap digelar di sini," katanya.
Ia mengapresiasi dukungan Kodam III/Siliwangi terhadap pembinaan olahraga tinju di Jawa Barat. Menurutnya, kejuaraan seperti ini sangat dibutuhkan atlet amatir untuk menambah jam terbang bertanding.
"Saat ini tinju amatir cukup kesulitan mencari latih tanding atau sparring. Karena itu pertandingan seperti ini sangat penting untuk menambah pengalaman atlet," katanya.