POS-KUPANG.COM -- Pantai Koka terkenal dengan pemandangan alam dan pasir putih yang inah.
itu saja belum cukup, bukit-bukit yang mengitasi pantai melengkapo pesona Pantai Koka .
Menelusuri Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, memang tidak pernah akan ada habisnya. Selalu ada cerita-cerita unik di setiap persinggahan baik perkotaan maupun pedesaan.
Tidak hanya keadaan wisata rohani, budaya dan sejarah. Maumere juga dikenal dengan wisata pantai yang menakjubkan. Satu diantaranya Pantai Koka.
Pantai ini terletak di Desa Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari Kota Maumere ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor memakan Waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.
Sabtu, 7 September 2024 sekitar pukul 09.30 Wita, saya bersama orang rekan-rekan dari TRIBUNFLORES.COM berangkat berkunjung kesana.
Dalam perjalanan, terik matahari sedikit menyengat kulit namun udara sedikit sejuk.
Sepanjang perjalanan, kami disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Perkebunan warga dan dataran tinggi menjulang. Kami melewati jalan berkelok-kelok dengan aspal hotmix.
Beberapa kampung kami lewati. Deretan aktivitas warga menjadi salah satu pemandangan pagi itu.
Tiba di Paga, kami harus masuk ke dalam gang Pantai Koka dengan Jarak sekitar 1,5 KM dan harus melintasi jalan rusak. Bebatuan besar tampak terlihat seolah tak terurus. Semak belukar bahkan masuk ke badan jalan.
Sebelum tiba di Pantai Koka, saat memasuki pos penjagaan, kami membayar karcis masuk sebesar Rp. 10.000.
Setelah sampai di pantai, kami harus membayar parkir motor dengan harga yang sama.
Akhirnya sekitar satu setengah jam perjalanan, saya dan rekan-rekan pun tiba. Blasius Woda Bersama istrinya dan beberapa warga menyambut kami saat itu.
Saya langsung terpesona dengan suguhan pemandangan disana. Pantai pasir putih yang bersih, air laut warna biru serta perbukitan yang menjulang tinggi langsung menggugah untuk mengambil foto dan video.
Gulungan ombak yang deras disertai pasir putih membuat saya terpukau. Bukan hal biasa karena ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Pantai Koka.
Meskipun ini adalah akhir pekan, namun pengunjung yang datang tidaklah ramai.
Menurut Blasius, ia bekerja di Pantai Koka sudah hampir enam tahun lamanya. Disana ia mengelola home stay dan tempat jualan makanan dan lainnya.
Saat hari libur, pengunjung sangat ramai. Namun belakangan ini semakin hari para pengunjung mulai berkurang karena berbagai alasan terntentu.
"Akhir-akhir ini tamu semakin menurun. Alasannya ada pungutan-pungutan dimana-mana, akses jalan yang rusak menjadi kendala bagi kami yang membuka usaha disini,"ungkap Blasius.
Ia menambahkan akses Bandara Frans Seda yang saat ini masih belum lancar karena erupsi Gunung Lewotobi, menjadi alasan kurangnya pengunjung.
Disela-sela berbincang dengan Blasius, kami disuguhkan air kelapa muda. Rupanya nikmat sekali minum kelapa muda di pinggir Pantai sambil melihat pemandangan.
Menurut Blasius, lelapa muda ini diambil dari kebunnya sendiri dan warga lainnya. Kelapa sangat laris karena pengujung senang minum air kelapa saat berada disana.
Lebih menarik lagi di tengah-tengah laut Pantai Koka terdapat satu pulau kecil yang dinamakan Pulau Koka.
Blasius mengatakan dari sinilah asal usul nama Pantai Koka. Konon di Pulau Koka Burung Koka biasanya menetap.
Burung Koka ini bermigrasi dari Australia. Biasanya setiap bulan September burung ini akan datang terbang bebas di pantai.
Kuliner Lokal
Setelah mengambil foto dan video, saya dan teman-teman menyantap makan siang. Santapan siang ala Pantai Koka yang disajikan oleh Blasius dan keluarga sangatlah enak. Menu utama yang paling menggugah selera saya adalah cumi bakar. Ini adalah kali pertama saya menyantap cumi berukuran besar. Hidangan ditambah dengan sambal kecap tentunya sangat menambah selera.
Warung Blasius merupakan satu-satunya warung yang ada di Pantai Koka. Sajian masakan yang lezat serta air kelapa muda. Warung ini sudah pasti sangat menjamin wisatawan lokal maupun mancanegara.
Blasius mengaku, terdapat hidangan seafood yang sangat memukau tergantung selera pelanggan. Hidangan seafood yang menjadi langganan di Pantai Koka terdiri dari ikan, lobster, udang dan cumi.
"Makanan ini akan diolah dengan cara dibuat kuah asam atau dibakar tergantung selera pengunjung,"ujarnya.
Akan tetapi yang menjadi keluhan pelanggan adalah minimnya persediaan warung.
Seorang pengunjung mengaku persediaan warung tersebut menyebabkan para pengunjung tidak punya pilihan lain.
Ia berharap bahwa kedepannya warung atau cafe perlu ditambahkan agar para pengunjung masih punya banyak pilihan menu.
Ada Homestay
Selain itu, disana ada Homestay. Beberapa pengunjung terlebih khusus pengunjung mancanegara paling banyak datang untuk menginap disana.
Keadaan homestay yang alami dan langsung berhadapan dengan pantai dijamin sangatlah betah untuk berada lebih lama. Untuk tarif homestay bagi wisatawan adalah Rp. 250.000 permalam. Fasilitas yang tersedia sangatlah lengkap.
Untuk listrik masih menggunakan genset. Genset ini akan dihidupkan mulai pukul 17.00 dan dimatikan pada pukul 22.00 Wita.
Blasius mengaku, kadang-kadang atas permintaan para pengunjung, genset akan dimatikan satu jam sebelum waktunya.
Sore harinya sekitar pukul 16.00 Wita saya dan teman-teman bergegas untuk mendaki bukit.
Menurut warga disana dari bukit inilah seluruh keindahan pantai akan terlihat.
Bukit pertama yang kami datangi menyajikan pemandangan pantai yang sangat menakjubkan.
Di sebelah kanan dan kiri air laut biru mempesona. Ombak yang besar dan tinggi menambah indahnya pemandangan.
Setelah bukit yang pertama, saya dan rombongan bergegas turun dan menelusuri bukit yang kedua. Bukit ini cukup ekstrim untuk mendaki. Butuh proses yang panjang. Keringat bercucuran dan napas tersengal ketika sampai di atas sana.
Pesona birunya laut selatan Kabupaten Sikka memang tidak ada duanya. Seluruh rasa capai langsung hilang sesaat ketika saya memandang pesona pantai berbentuk angka tiga terbalik atau dari depan seperti bentuk hari ini.
Hamparan pasir putih dan ombaknya yang deras, sesaat tidak pernah menghilangkan rasa penasaran saya. Sangatlah menakjubkan.
Pantai Koka menjadi salah satu alternatif pilihan wisata bagi anda jika ingin mengunjungi Pulau Flores.
Selain letaknya di sepanjang jalan lintas Flores , pantai ini juga terkenal sangatlah indah dan memukau. Dijamin anda tidak akan menyesal jika berkunjung ke sana.
Dengan potensinya yang luar biasa dan kekayaan alam yang indah, Pantai Koka merupakan salah satu destinasi wisata dari Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur yang patut dibanggakan kepada dunia luar.*