WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Peran guru tak lagi sebatas menyampaikan materi namun membimbing siswa dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak di tengah percepatan transformasi digital. Demi meningkatkan kompetensi tersebut, program "Terpujilah Guru" diluncurkan.
Program itu digagas Telkomsel. General Manager Mobile Consumer Business Region Eastern Jabotabek Telkomsel, Abdi J Putra menjelaskan "Terpujilah Guru" merupakan program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik di Indonesia untuk membantu guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI).
"Tantangan guru semakin terasa mengingat hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menunjukkan sekitar 81 persen guru di Indonesia belum mencapai standar minimum. Artinya, penguatan kapasitas pendidik menjadi semakin penting," ujar Abdi melalui keterangan, Minggu (31/5/2026).
Peluncuran program ini dilakukan di SMK Boash, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat melibatkan 120 guru secara luar jaringan (luring) dan ratusan guru secara dalam jaringan (daring) dari berbagai wilayah di Bogor dan sekitarnya.
Melalui platform tersebut, lanjut Abdi, peserta diharapkan dapat langsung menerapkan keterampilan baru di aktivitas belajar mengajar, termasuk pemanfaatan AI untuk produktivitas, pembuatan konten edukasi kreatif hingga desain visual materi pembelajaran.
Program ini akan berlangsung selama periode Mei-September 2026 di berbagai kota dengan target menjangkau lebih dari 1.000 guru melalui tahapan scouting, screening, academy, mentoring hingga bootcamp.
Para guru peserta akan memperoleh sejumlah manfaat yakni peningkatan keterampilan digital, portofolio materi ajar aplikatif, jejaring komunitas guru inovatif, dukungan pembinaan dan apresiasi.
"Di wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi), Telkomsel melihat langsung peran strategis guru dalam membentuk generasi yang adaptif terhadap teknologi. Kami menghadirkan program ini untuk memberdayakan para pendidik agar mampu memanfaatkan teknologi, termasuk AI sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, kreatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital," ujar Abdi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, Cucu Salman mengapresiasi program untuk memperkuat kompetensi para guru. Penguatan literasi digital guru menjadi kunci agar pembelajaran tetap selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa.
"Kami berharap program ini dapat terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak pendidik di Indonesia," kata Cucu.
Demi memperluas dampak secara berkelanjutan, lanjut Cucu, program ini melibatkan komunitas dan organisasi profesi seperti PGRI, MGMP, Guru Pejuang Digital, PPG Prajabatan dan 1000 Guru.
Dapatkan informasi lain dari Wartakotalive.com lewat WhatsApp di sini