TRIBUNSTYLE.COM - Angkatan Laut Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bahaya mendesak setelah Iran meningkatkan agresinya di sekitar kawasan Selat Hormuz.
Peringatan yang dirilis pada Jumat (29/5/2026) itu meminta kapal-kapal dari berbagai negara yang selama ini tertahan di Selat Hormuz untuk segera menjauh.
Pusat Informasi Maritim Gabungan milik AS menilai ancaman regional di kawasan Hormuz telah mencapai titik kritis.
AS menyebut adanya upaya Iran untuk secara ilegal mengendalikan jalur Selat Hormuz.
Terlebih AS menyebut jalur perairan vital itu dipenuhi dengan ranjau laut.
Oleh sebab itu, AS mengimbau kepada pemilik kapal, operator dan pelaut menghidari Selat Hormuz.
Baca juga: Kemarahan AS Meluas hingga Oman, Ancam Bakal Menyerang, Iran Pasang Badan Membela Tetangga
Angkatan Laut AS menyebut operasi militer berbahaya sedang berlangsung di kawasan tersebut.
Kemudian situasi berbahaya juga terjadi di utara Semenanjung Musandam, Oman.
Para pelaut juga diminta menghindari Skema Pemisahan Lalu Lintas di Selat Hormuz.
Sementara para pelaut harus mengoordinasikan perjalanan dengan US Naval Cooperation.
Selain itu, kapal yang melintasi kawasan tersebut diminta tetap berkomunikasi secara radio dengan otoritas angkatan laut.
Kapal-kapal itu juga diminta mematuhi seluruh instruksi dari pasukan AS.
Iran dan Oman tetap menggelar pertemuan membahas pengelolaan Selat Hormuz meski Amerika Serikat memberikan peringatan keras.
Kabar itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilansir dari IRNA News pada Sabtu (30/5).
Baca juga: Hari Ini! Iran Serang Pangkalan Militer AS di Teluk, Balasan untuk Trump yang Serang Bandar Abbas
Dalam pembicaraan pengelolaan Selat Hormuz itu Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi.
Menurut Araghchi pembicaraan tersebut berlangsung sangat produktif.
Ia juga mengatakan bahwa Teheran menyambut baik konsultasi dengan semua negara tetangga.
Araghchi menegaskan solidaritas penuh Iran terhadap Oman dalam menghadapi segala bentuk tekanan luar.
Ia juga mengklaim bahwa pengelolaan Selat Hormuz tersebut akan tetap berjalan di bawah koridor hukum internasional dan tanggung jawab kedaulatan masing-masing negara.
Adapun sebelumnya Amerika Serikat mengancam bakal membombardir Oman jika ikut membantu Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz.
Amerika Serikat menegaskan setiap pihak yang terlibat dalam pengelolaan Selat Hormuz akan diberikan sanksi.
Amerika Serikat menyatakan tidak akan mentolelir upaya apa pun untuk memberlakukan sistem pungutan tol di Selat Hormuz. (Tribun Style/Tribun Video)