TRIBUNMATARAMAN.COM, JOMBANG - Kecelakaan tunggal menimpa mobil Isuzu Elf bernopol M 7082 UH di ruas Tol Jombang-Mojokerto KM 705+600 B, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Sabtu (30/5/2026) pukul 10.50 WIB. Kendaraan yang membawa rombongan asal Madura menuju Blitar itu terguling setelah ban belakang kiri pecah.
Dari 22 penumpang di dalam kendaraan, 18 orang mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda. Satu korban Abril (42), warga Sampang, Madura, mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Akibat insiden tersebut, kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah kaca pecah, sementara bagian depan kendaraan ringsek akibat benturan saat terguling.
Setelah menerima laporan kecelakaan, petugas pengelola Tol Jomo bersama anggota PJR Polda Jatim dan Polres Jombang langsung menuju lokasi kejadian.
Baca juga: Tradisi Pindahan Rumah di Desa Ngangkatan Kabupaten Nganjuk, Pondasi Diangkat Bersama Puluhan Warga
Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo Yuni Rihal menjelaskan, kendaraan melaju di lajur kiri atau B dengan kecepatan sekitar 80 km/jam saat melintas di atas Jembatan Sungai Brantas.
Ban belakang sisi kiri tiba-tiba pecah sehingga sopir Ahmad Fauzi (41). Warga Dusun Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura itu kehilangan kendali.
“Setelah ban pecah, kendaraan oleng ke arah kanan dan kemudian terguling hingga menutup sebagian lajur jalan,” ujar Yuni dalam keterangan yang diterima Tribun Jatim Network.
Kepala Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Jatim III Warugunung Ditlantas Polda Jatim AKP Sudirman menambahkan, Elf berhenti terguling ke kiri menghadap selatan di lajur cepat. Benturan keras membuat kaca pecah dan bagian depan kendaraan ringsek.
AKP Sudirman menyebut kondisi lalu lintas saat kejadian terpantau ramai lancar dengan cuaca cerah. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, faktor utama kecelakaan diduga berasal dari pecahnya ban belakang kiri kendaraan.
Mayoritas penumpang merupakan warga Kabupaten Sampang, Madura. Korban luka berat adalah, Abril (42).
Korban luka ringan di antaranya, Faida (11), Zainal (10 bulan), Saimah (20), Zainal (2), Suringa (70), Sofi (10), Siti (50), Sia (65), Muadah (45), dan 8 penumpang lainnya.
Penumpang yang selamat adalah Anwar (23), Sumiati (37), Suraidah (28), Kholil (17), Subhan (14), Suriyeh (45), Nur (35), Nisto (45), Arifin (17), Subaki (50), Romli (18), serta sopir Ahmad Fauzi (41).
Menurut Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo Yuni Rihal, mayoritas penumpang merupakan warga Kabupaten Sampang, Madura.
Baca juga: Fenomena Pocong di Kediri, Demi Konten dan Ikut Tren Viral Sejumlah Pelajar Malah Bikin Geger
Seluruh korban dievakuasi petugas Astra Tol Jomo, kepolisian, dan tim ambulans ke RSUD RA Basoeni Mojokerto untuk penanganan medis. Kendaraan kemudian disingkirkan agar arus lalu lintas kembali lancar.
"Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan dari petugas medis yang berada di lokasi kejadian," ujarnya melanjutkan.
Kondisi lalu lintas saat kejadian terpantau ramai lancar dengan cuaca cerah.
Hingga kini penyebab pasti masih diselidiki. Namun dugaan sementara berdasarkan hasil penyelidikan awal mengarah pada pecahnya ban belakang kiri yang membuat pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraan.
“Diduga ban belakang kiri pecah sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas,” kata Kepala Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Jatim III Warugunung Ditlantas Polda Jatim AKP Sudirman, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Menginap di Jejak Bung Karno, Sensasi Staycation Berbeda di Hotel Tugu Blitar
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto menyatakan kendaraan sudah diamankan di Kantor Satlantas Polres Jombang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polisi mengimbau pengguna jalan tol agar memeriksa kondisi ban dan kendaraan sebelum perjalanan jauh, terutama saat membawa penumpang banyak.
(Anggit Puji Widodo/Tribun Jatim Network)