Pesaing Lamine Yamal Bangga Bukan Main usai Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
Raka Kisdiyatma Galih May 31, 2026 02:33 PM

FRANCK FIFE/AFP
Desire Doue berhasil membawa PSG menjuarai Liga Champions musim ini.

BOLASPORT.COM - Wonderkid Paris Saint-Germain (PSG), Desire Doue, yang dianggap sebagai saingan terbesar Lamine Yamal di generasi pesepak bola muda saat ini, mengaku sangat bangga dengan keberhasilan timnya menyamai rekor Real Madrid di Liga Champions.

PSG sukses mengukuhkan diri sebagai penguasa baru sepak bola Eropa.

Raksasa Prancis tersebut berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menumbangkan Arsenal pada partai final yang berlangsung pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam laga pamungkas yang digelar di Puskas Arena, kedua tim sempat bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Les Parisiens akhirnya memastikan trofi Si Kuping Besar tetap berada di tangan setelah menang drama adu penalti dengan skor 4-3.

Keberhasilan ini membawa PSG masuk ke dalam buku sejarah elit sepak bola.

Skuad asuhan Luis Enrique kini mengikuti jejak raksasa Spanyol, Real Madrid, sebagai tim kedua di era modern Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar juara.

Pencapaian ini terbilang luar biasa bagi PSG.

Sebelum menjelma menjadi kekuatan menakutkan seperti sekarang, klub ibu kota Prancis ini bukanlah tim dengan sejarah mentereng di kompetisi antarklub Eropa.

Bahkan, sebelum menembus partai puncak pada tahun 2020 silam, PSG sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di final Liga Champions.

Desire Doue tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan bahagianya atas pencapaian masif yang diraih oleh timnya musim ini.

Wonderkid berusia 20 tahun itu juga berharap Les Parisiens mampu menyamai rekor legendaris Real Madrid lainnya, yaitu memenangkan gelar Liga Champions tiga kali berturut-turut.

"Menyamai rekor Real Madrid sebagai salah satu dari dua tim yang berhasil menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut adalah sesuatu yang luar biasa," ucap Doue, dikutip BolaSport.com dari laman resmi UEFA.

"Namun, kami harus tetap rendah hati."

"Menjuarai tiga kali berturut-turut? Kami adalah tim muda."

"Jadi kami harus bekerja keras dan tetap rendah hati."

"Kami akan mencoba melakukannya lagi musim depan," tutur pesaing Lamine Yamal itu menambahkan.

Pada laga ini, PSG sebetulnya mengawali pertandingan dengan buruk.

Gawang mereka sudah kebobolan pada menit keenam melalui gol Kai Havertz.

Namun, PSG selamat dari kekalahan berkat hadiah penalti pada menit ke-64 yang dikonversi oleh Ousmane Dembele.

Lantaram pertandingan berakhir imbang 1-1 selama 90 menit, laga dilanjutkan ke babak extra time.

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim gagal bikin gol selama 2x15 menit.

Adu penalti pun digelar dan PSG berhasil keluar sebagai pemenang.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.