TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan berkomitmen memperkuat sektor kesehatan untuk menekan kasus tuberkulosis (TB), terutama di wilayah terpencil dan pesisir.
Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, menyatakan langkah konkret akan segera dilakukan melalui Dinas Kesehatan, rumah sakit daerah, dan 18 puskesmas yang tersebar di 15 distrik.
Fasilitas kesehatan ini akan menjadi ujung tombak sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Setibanya di Sorong Selatan, dinas teknis akan langsung melakukan sosialisasi masif. Ini langkah penting, khususnya bagi masyarakat pesisir," ujar Petronela usai menghadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong, Sabtu (30/5/2026).
Lima distrik pesisir akan menjadi prioritas utama intervensi.
Baca juga: 6 Gubernur Absen Deklarasi TBC di Sorong, Ketum HAKLI: Komitmen Jalan Terus Lewat E-Signing!
Selain layanan kesehatan, pemerintah fokus membenahi kebutuhan dasar seperti rumah layak huni, sanitasi, dan air bersih.
Menurut Petronela, perbaikan lingkungan sangat krusial untuk menekan penyakit menular seperti TB.
Sorong Selatan sendiri mencatat sejumlah capaian kesehatan, seperti bebas malaria pada 2024 dan target bebas stunting pada 2025.
Namun, Petronela mengakui penanganan TB masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar akibat faktor lingkungan dan keterbatasan akses air bersih.
"Ini PR besar. Saya akan turun langsung memimpin Dinas Kesehatan, DPPKB, rumah sakit, dan puskesmas secara kolaboratif untuk menekan angka TB," tegasnya.
Kepala Daerah se-Papua Kompak Perangi TBC dan Kawal Program Makan Bergizi
Di tempat yang sama, para kepala daerah se-Tanah Papua mendeklarasikan Gerakan Nasional Pemberantasan TBC Berbasis Komunitas serta Akselerasi Quality Control Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deklarasi ini berlangsung dalam Rapat Koordinasi di Aston Hotel Sorong, Sabtu (30/5/2026).
Langkah kolaboratif ini bertujuan mengeliminasi TBC melalui perbaikan sanitasi sekaligus memperketat pengawasan keamanan pangan pada program MBG.
Baca juga: Kepala Daerah se-Papua Kompak Deklarasi Perang Lawan TBC dan Kawal Program Makan Bergizi
Dalam sambutannya, Penjabat Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengapresiasi kehadiran para kepala daerah, Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).
"Kehadiran Bapak dan Ibu adalah bukti komitmen nyata memperkuat kesehatan masyarakat di Papua," ujar Septinus.
Ia menekankan bahwa TBC tidak bisa diselesaikan hanya dengan penanganan medis, melainkan butuh perbaikan sanitasi lingkungan dan edukasi masyarakat.
Selain TBC, pertemuan ini fokus pada pengawasan keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG.
Septinus menyebutkan program MBG di Kota Sorong berjalan lancar secara bertahap.
"Pemkot Sorong mendukung penuh. Pemenuhan gizi anak adalah investasi penting untuk mencetak generasi Papua yang sehat dan cerdas," tegasnya.
Program MBG ini juga mulai mendongkrak ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM, petani, dan nelayan setempat.
Meski ada tantangan distribusi dan pengawasan, Pemkot Sorong optimis target eliminasi TBC dan peningkatan kesehatan di Papua dapat tercapai melalui pendampingan Badan Gizi Nasional (BGN). (tribunsorong.com/ismail saleh)