Baru Pulkam Dari  Merantau. Kakak Beradik Asal Jember Hilang Terseret Ombak Pantai Payangan
Wiwit Purwanto May 31, 2026 03:50 PM


 
SURYA.CO.ID JEMBER – Suasana duka menyelimuti keluarga Barokatul Hidayat (28) dan Rifki (22), dua kakak beradik asal Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Seruni Payangan, Sabtu (30/5/2026).

Tragisnya, keduanya baru sekitar 10 hari pulang kampung dari Bali untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.

Di rumah keluarga, tangis masih pecah setiap kali peristiwa itu diceritakan. Sang istri, Musrihatul Hasanah, tak kuasa menahan kesedihan setelah menyaksikan langsung suami dan adik iparnya terseret ganasnya ombak laut.

Hilang Saat Berusaha Menolong Sang Adik

Musrihatul menceritakan, suaminya bersama Rifki sehari-hari bekerja di Bali. Keduanya pulang ke Jember pada Rabu (20/5/2026) malam untuk berkumpul dengan keluarga menjelang Idul Adha.

"Malam Kamis sebelum Hari Raya Idul Adha itu sudah nyampe sini. Baru 10 hari di rumah," ujar Musrihatul Hasanah, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Wisatawan Asal Cianjur Hilang Terseret Ombak di Pantai Papuma Jember

Sabtu pagi, Barokatul mengajak keluarganya berlibur ke Pantai Seruni Payangan. Meski sempat melarang karena khawatir dengan kondisi pantai, Musrihatul akhirnya menuruti keinginan suaminya.

"Mas Barok maksa ngajak ke pantai. Saya sudah melarang, saya bilang 'bahaya main di pantai', tetapi tetap ngajak," ujarnya.

Mereka berangkat sekitar pukul 10.30 WIB setelah anak mereka yang masih berusia enam tahun pulang dari sekolah taman kanak-kanak.

Selain membawa istri dan anak, Barokatul juga mengajak ayahnya, Imam Syafii, serta sang adik, Rifki.

Setibanya di pantai, keluarga tersebut bermain air dan mandi di laut. Namun suasana liburan berubah menjadi petaka ketika Rifki lebih dulu terseret ombak.

"Awalnya Rifki yang keseret ombak adiknya, Rifki. Suami saya meluk dia (berusaha menolong)," imbuh Musrihatul.

Niat menyelamatkan sang adik justru membuat Barokatul ikut terseret arus kuat. Keduanya hilang di tengah hempasan ombak yang terus menggulung.

Istri Syok, Pencarian Masih Berlangsung

Peristiwa memilukan itu terjadi tepat di depan mata Musrihatul. Ia mengaku syok dan sempat ingin ikut terjun ke laut untuk menolong suaminya.

Baca juga: Dua Bocah Terseret Ombak saat Bermain di Pantai Tambakboyo Tuban, Satu Korban Masih dalam Pencarian

"Terjadi di depan mata saya. Karenanya saya juga mau ikut njebur ke pantai, saya mau nolong suami," ujarnya sambil tergugu.

Ditemui di rumah kerabatnya, Musrihatul tampak lemas dan masih sering menangis. Setiap tamu yang datang menanyakan kabar suaminya, air matanya kembali mengalir.

Menurutnya, Barokatul merupakan sosok pekerja keras dan menjadi tulang punggung keluarga.

"Mas Barok itu apa saja dikasih buat keluarga, orang baik. Kerja untuk keluarga," lanjutnya.

Keluarga dan kerabat juga mengenal Barokatul sebagai pekerja keras yang merantau ke Bali demi memperbaiki perekonomian keluarga. Hasil kerja kerasnya bahkan telah digunakan untuk merenovasi rumah yang ditempati istri dan anaknya beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, hingga Minggu (31/5/2026) siang, upaya pencarian terhadap Barokatul dan Rifki masih terus dilakukan. Tim gabungan dari Pos SAR Jember, BPBD Jember, serta relawan Rimba Laut menyisir kawasan perairan Pantai Seruni Payangan.

Meski pencarian telah berlangsung sejak Sabtu sore, kedua korban masih belum ditemukan. Keluarga berharap keduanya segera ditemukan agar dapat dibawa pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.