TRIBUNPALU.COM, PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menjadwalkan audiensi dengan sejumlah perusahaan tambang beroperasi di sekitar Kelurahan Watusampu dan Buluri, Selasa, 2 Juni 2026 mendatang.
Pertemuan tersebut akan digelar di rumah jabatan wali kota sebagai tindak lanjut dari peninjauan lapangan dilakukan Hadianto di wilayah terdampak banjir, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Hadianto, audiensi tersebut penting untuk membangun komunikasi dan mencari solusi bersama terkait berbagai persoalan lingkungan berpotensi memengaruhi keselamatan masyarakat.
Baca juga: Wali Kota Hadianto Janji Kawal Pemulihan Warga Terdampak Banjir Hingga Tuntas di Watusampu
"Sejumlah perusahaan tambang akan kita hadirkan untuk audiensi bersama di rumah jabatan pada hari Selasa, 2 Juni 2026," kata Hadianto saat meninjau lokasi banjir.
Dalam kunjungan tersebut, Hadianto didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta jajaran pemerintah kelurahan setempat.
Wali Kota meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Watusampu dan Buluri serta menerima laporan terkait kondisi terkini kawasan tersebut.
Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari kondisi lingkungan, tingkat keamanan kawasan, hingga dampak yang ditimbulkan terhadap infrastruktur dan aktivitas masyarakat.
Baca juga: Jokowi Berencana Keliling Indonesia Mulai Juni 2026, Pengamat Duga Demi Tiket Pilpres 2029 Gibran
Hadianto Rasyid mengatakan hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah strategis guna mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
Ia menilai keterlibatan seluruh pihak, termasuk sektor usaha, sangat diperlukan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat upaya mitigasi bencana.
Baca juga: Panti Pijat di Palu Dikenakan Retribusi Sampah Rp100 Ribu per Bulan
Pemkot Palu juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan di wilayah terdampak banjir agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.(*)