PADANG - Piala Dunia 2026 semakin mendekat. Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini dipastikan akan menghadirkan persaingan yang lebih ketat setelah FIFA menambah jumlah peserta menjadi 48 negara.
Di tengah euforia masyarakat menyambut pesta sepak bola empat tahunan tersebut, Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengungkapkan negara mana yang akan menjadi dukungannya pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
Jika pada edisi sebelumnya Braditi menjagokan Argentina yang diperkuat oleh Lionel Messi, kali ini dukungannya beralih ke Portugal.
Braditi mengaku memiliki harapan khusus terhadap tim nasional Portugal di Piala Dunia 2026.
Menurutnya, ajang yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut berpotensi menjadi kesempatan terakhir bagi Cristiano Ronaldo tampil di panggung sepak bola dunia.
"Kalau tahun lalu saya mendukung Messi dan Argentina. Tapi kali ini semoga menjadi tahun terakhir Ronaldo bersama Portugal, dan mudah-mudahan bisa meraih piala," ujar Braditi saat diwawancarai.
Ia berharap megabintang asal Portugal itu dapat menutup perjalanan karier internasionalnya dengan mengangkat trofi Piala Dunia.
Braditi menegaskan bahwa dukungannya terhadap Portugal tidak lepas dari sosok Cristiano Ronaldo yang selama ini menjadi ikon sepak bola dunia.
Ia menilai perjalanan panjang Ronaldo di dunia sepak bola layak diakhiri dengan pencapaian tertinggi, yakni memenangkan Piala Dunia.
"Kita semua tahu kualitas dan pengalaman yang dimilikinya. Semoga Portugal bisa tampil kompetitif dan keluar sebagai juara," katanya.
Meski tidak membahas secara mendalam kekuatan teknis tim Portugal, Braditi menilai skuad berjuluk Selecao das Quinas itu memiliki komposisi pemain yang cukup kuat untuk bersaing dengan negara-negara elite lainnya.
Selain menjagokan Portugal, Braditi juga menilai bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 akan jauh lebih ketat dan sulit diprediksi dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Ia berpendapat bahwa kekuatan sepak bola dunia kini semakin merata, sehingga tidak ada lagi satu atau dua negara yang benar-benar mendominasi.
Menurutnya, banyak negara kini memiliki kualitas pemain yang hampir seimbang, sehingga peluang menjadi juara terbuka bagi banyak tim.
"Sekarang kekuatannya hampir merata. Tidak ada yang terlalu dominan. Bahkan Italia dengan skuad yang ada sekarang saja tidak lolos. Jadi menurut saya, persaingannya akan sulit ditebak," ujarnya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut.
Berdasarkan data dari FIFA, turnamen ini akan menjadi yang pertama kali digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 negara. Dengan format baru tersebut, total akan ada 104 pertandingan yang akan dimainkan sepanjang kompetisi.
Laga pembuka dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 di Meksiko, sementara partai final akan diselenggarakan pada 19 Juli 2026 di Stadion MetLife, New York/New Jersey, Amerika Serikat.
Dengan bertambahnya jumlah peserta serta semakin meratanya kekuatan tim nasional dunia, Piala Dunia 2026 diprediksi akan menghadirkan banyak kejutan sejak babak awal turnamen.
Sementara itu, tim nasional Portugal sendiri tergabung di Grup K pada Piala Dunia 2026 bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia.
Portugal tercatat sudah sembilan kali tampil di Piala Dunia. Pada edisi terakhir, mereka tersingkir di babak perempat final setelah dikalahkan Maroko. Pencapaian terbaik Portugal sejauh ini adalah finis di posisi ketiga pada tahun 1966 setelah mengalahkan Uni Soviet.