TRIBUNWOW.COM - Arema FC dikaitkan dengan tiga sosok aroma Persib Bandung, jelang bursa transfer musim depan.
Dua di antaranya adalah Robi Darwis, gelandang bertahan Persib Bandung, serta Erlangga Setyo, kiper jebolan Persib Youth.
Rumor merapatnya kedua pemain tersebut ke Arema FC diungkap akun Instagram seputar sepak bola, @transferligainndo, Minggu (31/5/2026).
"Erlangga Setyo (23) Dan Robi Darwis (22) Akan Bergabung Arema FC," tulis akun tersebut.
Erlangga Setyo merupakan pemain Persis Solo, yang saat ini dipinjamkan ke klub Championship, PSPS Pekanbaru.
Kontraknya di Persis Solo bakal berakhir hari ini, 31 Mei 2026.
Mengingat Persis Solo degradasi, peluang Erlangga Setyo tak perpanjang kontrak sangat besar.
Baca juga: Arema FC Here We Go: Striker Samba Rp 6,95 Miliar dari Liga Vietnam Deal Join, Ganti Dalberto?
Sosok Erlangga Setyo
Erlangga Setyo merupakan kiper kelahiran Jember, Jawa Timur, 16 April 2003.
Kiper berusia 23 tahun itu memiliki postur jangkung, 1,93 meter.
Pemain dengan kaki dominan kanan itu harga pasarnya Rp 869,08 juta.
Erlangga Setyo mengawali kariernya lewat klub pemuda, Persib U16 (2019), Garuda Select, (2019-2020), dan Persib U20 (2020-2021).
Setelah dari sana, ia gabung Persis U20, dan tembus skuad senior Persis Solo pada 1 Januari 2023.
Musim ini, Erlangga Setyo mencatat 9 pertandingan, 15 kebobolan, 2 clean sheet, 1 kartu kuning, dan 643 menit bermain, bersama PSPS Pekanbaru.
Sosok Robi Darwis
Sebelumnya Arema FC santer dikabarkan membidik pemain Persib Bandung, Robi Darwis.
Rumor transfer ini diungkap akun Instagram @ngapakfootball, Minggu (3/5/2026).
"Robi Darwis -> Arema FC, Markitu Son," tulis akun tersebut.
Rumor transfer ini juga menyinggung nama Rio Fahmi, pemain pinjaman dari Persija Jakarta.
Bek muda tersebut dikabarkan akan segera kembali ke klub asalnya, mengingat kontraknya bersama Persija masih berlaku hingga 2028.
Jika Arema FC berniat mempermanenkan jasa Rio Fahmi, maka opsi yang tersedia adalah menebusnya dengan klausul pembelian.
Sebagai alternatif, manajemen Singo Edan bisa mempertimbangkan mendatangkan Robi Darwis yang disebut-sebut menjadi pilihan lain di sektor pertahanan.
Robi Darwis lahir pada 2 Agustus 2003 di Cianjur, Jawa Barat.
Ia memiliki tinggi badan 1,70 meter dan berposisi utama sebagai gelandang bertahan.
Selain itu, ia juga bisa dimainkan sebagai gelandang tengah maupun bek kanan.
Di Persib Bandung, musim ini ia mencatat 15 laga, dan 1 asis.
Baca juga: Bobotoh Ikhlas Kehilangan? Gelandang & Striker Persib Bandung Kans Diambil Klub Provinsi Tetangga
Arema FC juga dikabarkan membidik bek subur eks Persib Bandung, demi perkuat lini belakang mereka musim depan.
Bek cemerlang incaran Arema FC adalah Daisuke Sato, yang kini memperkuat klub Filipina, One Taguig.
Adapun rumor masuknya Daisuke Sato ke dalam lis belanja Arema FC diungkap Instagram @fabrizioasia_, Selasa (19/5/2026).
"Breaking News:
Bek kiri ini telah mencetak 6 gol dan memberikan 6 assist sejauh ini hanya dalam 18 pertandingan dan dapat bermain di beberapa pertandingan," tulis akun tersebut.
Daisuke Sato merupakan pemain kelahiran Filipina, 20 September 1994.
Pemain berusia 31 tahun itu memiliki tinggi 1,70 meter, dan menempati posisi sebagai bek kiri.
Selain itu, ia juga bisa dimainkan sebagai bek tengah dan gelandang bertahan.
Daisuke Sato memperkuat One Taguig sejak 1 September 2024.
Saat ini, harga pasarnya mencapai Rp 2,61 miliar.
Daisuke Sato bukan sosok asing di sepak bola Indonesia, lantaran pernah membela Persib Bandung, dari 1 Juni 2022 hingga 10 Februari 2024.
Bersama Persib Bandung, ia menorehkan 44 laga, 2 gol, 1 asis, 15 kartu kuning, dan 3.669 menit bermain.
Sementara itu, musim ini, ia menorehkan 6 gol dan 6 asis, dalam 20 laga, selama 1.630 menit bermain bersama One Taguig.
Catatan gol dan asis ini termasuk impresif bagi seorang bek, yang bermain di lini belakang.
Di Liga Filipina, One Taguig berada di urutan 2 dengan 58 poin, di bawah Manila Digger, yang megoleksi 63 poin.
Dari 25 laga, One Taguig kebobolan 15 kali, di bawah pengawalan Daisuke Sato dkk.
Catatan kebobolan ini menjadi paling sedikit di bawah klub lainnya, membuktikan ketangguhan lini belakang One Taguig.
Sebagai perbandingan, pemuncak klasemen, Manila Digger telah kebobolan 18 kali, urutan kedua paling sedikit.
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)