Sosok Ayah dari Satu Keluarga Tewas di Glamping Temanggung, Dikenal Dermawan
Latif Ghufron Aula May 31, 2026 06:56 PM

Namun, popularitas gaya wisata tersebut dikejutkan oleh kematian satu keluarga di dalam tenda di wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026) sore.

Para korban terdiri dari ayah, ibu serta dua anak laki-laki yang bernama Ali Munawar (52), Magfiroh Alvira (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alfino Evan Hakim (16).

Penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena menunggu hasil autopsi.

Pihak keluarga tidak mengizinkan keempat korban diautopsi, namun hanya anak kedua, Alfino Evan Hakiki yang diautopsi.

Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Putra, menerangkan kondisi tubuh Alfino dianggap paling bagus karena seorang atlet.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tak ditemukan tanda kekerasan serta kondisi tenda tertutup rapat.

Penyidik juga tak menemukan bekas muntahan.

Diduga kematian korban diakibatkan keracunan makanan atau keracunan gas hasil pembakaran.

Barang yang diamankan dari tenda seperti kompor gas portabel dan tungku berbahan tanah liat untuk membakar briket di depan tenda.

“Posisi kompor gas di dekat mulut pintu (tenda), tepat di depan sekali. Pintu tertutup rapat. Ventilasi di kiri kanan tenda juga tertutup rapat,” ungkapnya, Sabtu (30/5/2026).

Kompor ditemukan dalam kondisi mati, namun kemungkinan adanya gas yang masuk dalam tenda masih diselidiki.

Selain itu terdapat makanan barbeque yang dibakar di dalam tenda.

Mereka berangkat dari Semarang menggunakan mobil Honda Jazz RS berwarna putih bernomor polisi H 1609 PT.

Setiba di tempat camping, mereka diarahkan petugas menuju tenda pada Selasa (26/5/2026) malam.

Keesokan harinya, petugas mengantarkan sarapan sekitar pukul 09.00 WIB namun tak ada respons dari dalam tenda.

Jasad ditemukan petugas sekitar pukul 15.00 WIB karena korban tak kunjung check out.

Sosok Ali Munawar
Keluarga tersebut tinggal di Temenggungan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Mereka memiliki toko yang dikelola Maghfirah.

Sementara Ali Munawar selaku kepala keluarga memiliki kebun anggur dan alpukat di Dusun Bendosari.

Adik sepupu korban, Muhamad Faerudin, menjelaskan Ali Munawar dikenal sebagai pribadi dermawan dan akrab dengan lingkungan.

"Jadi sebelum pergi sempat menyerahkan satu ekor kambing kurban untuk mushola di lingkungan Bendosari," tuturnya, Kamis (28/5/2026).

Ali Munawar dapat mendidik dua anaknya hingga menjadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) serta atlet Taekwondo.

Pihak keluarga mendapat kabar kematian pada Rabu (27/5/2026) malam.

“Rumahnya di sini, Bendosari, tapi tinggalnya di Temenggungan, Ambarawa. Saya tidak tahu kalau lagi pergi ke tempat wisata di Temanggung," sambungnya, dikutip dari TribunJateng.com.

Meski mendapat kabar korban mengalami keracunan makanan, keluarga masih menunggu proses penyelidikan.

"Tapi, untuk menyatakan keracunan atau tidak dari pihak rumah sakit nanti. Ini lagi diautopsi. Nanti pihak RS dan kepolisian yang tahu persis keracunan atau tidak," terangnya.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJateng.com/Eka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.