Nasib Jenazah Pria Misterius di Sungai Brantas Mojokerto, Dimakamkan Tanpa Diketahui Keluarganya
Januar May 31, 2026 08:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Jenazah pria misterius yang ditemukan warga di aliran Sungai Brantas (Dam Sipon) Desa Ngingasrembyong, Sooko, Kabupaten Mojokerto akhirnya dimakamkan. 

Korban diduga meninggal lebih dari 2 hari sebelum diketemukan dan dievakuasi dari Sungai Brantas, pada Kamis (28/5/2026) lalu.

Kapolsek Gedeg Polres Mojokerto Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sukaren mengatakan, jenazah Mr.X telah dikebumikan di lahan makam Panti Werdha Majapahit, Kecamatan Sooko.

"Pemakaman Mr X ini atas dasar pertimbangkan kemanusiaan, lantaran hingga saat ini pihak keluarga yang bersangkutan belum ditemukan," ujar , Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Update Penemuan Jenazah Bayi di Ponorogo, Polisi Lakukan Otopsi: Sambil Sisir Kemungkinan yang Ada

Menurutnya, upaya pencarian identitas korban telah dilakukan dengan memperluas informasi ke masyarakat hingga koordinasi lintas jajaran ke wilayah Jombang.

Hasilnya, dua orang dari Megaluh, Jombang melaporkan kehilangan anggota keluarga dengan mendatangi Polsek Gedeg.

Namun setelah diperiksa forensik dari 2 orang tersebut tidak identik dengan tanda-tanda yang melekat pada jenazah korban.

Alat digital forensik 
Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS) sulit melacak akibat sidik jari korban sudah rusak.

Ditambah, adanya kendala teknis dari peralatan rumah sakit yang tidak memungkinkan akhirnya diputuskan jenazah secepatnya dimakamkan.

"Karena memang kondisinya sehingga jenazah korban dimakamkan lebih cepat," ucap AKP Sukaren.

AKP Sukaren menambahkan, ciri-ciri korban berdasarkan dokter forensik adalah pria paruh baya berusia di atas 40 tahun. Kondisi wajah sulit dikenali.

"Tidak ditemukan luka pada jenazah korban," pungkasnya.

Untuk diketahui, Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jasad laki-laki tanpa identitas di Sungai Brantas, Kamis (28/5/2026).

Salah satu Tim SAR Gabungan BPBD Kabupaten Mojokerto, Candra mengatakan, proses evakuasi korban laka air sempat terkendala derasnya arus Sungai Brantas dan Dam Sipon. 

Saat itu, posisi mawar hitam tergulung aliran sungai, pertemuan dua arus Sungai Brantas dengan Dam Sipon.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam.

"Ciri-ciri korban adalah laki-laki, kepala tidak berambut dan mengenakan celana pendek warna hitam," jelasnya.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim menambahkan, pihaknya
mendapat laporan dari masyarakat yang melihat adanya mawar hitam di aliran Sungai Brantas sekitar Pukul 15.15 WIB.

Respon cepat tanggap, dirinya segera menerjunkan Tim SAR dan perahu karet untuk mengevakuasi korban laka air di Sungai Brantas Desa Ngingasrembyong.

"Jenazah korban berhasil dievakuasi pada Pukul 17.05 WIB. Identitas korban Mr X, jenis kelamin laki-laki," pungkas Khakim. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.