TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan ke Desa Wisata Jatimulyo di Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, Minggu (31/05/2026). Ia didampingi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Ahmad Haikal Hasan dalam kunjungan ini.
Widi menyerahkan sertifikat halal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di Desa Wisata (Deswita) Jatimulyo. Setidaknya ada sebanyak 123 pelaku UMKM yang menerima Sertifikat Halal.
"Sampai 30 Mei 2026 ada 123 pelaku UMKM di Deswita Jatimulyo dengan 139 produk UMKM yang mendapat sertifikat halal," katanya saat jumpa pers usai seremoni penyerahan sertifikat halal di Kembang Tebu Rest Area, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo.
Widi menjelaskan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di deswita merupakan program kolaborasi antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan BPJPH RI. Tujuannya untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, serta memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan.
Menurutnya, program kolaborasi ini dimulai sejak Juli 2025 dengan 20 deswita sebagai percontohan. Saat ini, program sertifikasi halal tersebut sudah diperluas ke 1.500 deswita di seluruh Indonesia.
"Sampai 30 Mei sudah sebanyak 31.548 produk UMKM yang menerima sertifikat halal, tersebar di 1.116 deswita," ungkap Widi.
Kepala BPJPH RI, Ahmad Haikal Hasan mengatakan adanya sertifikat halal dan logonya pada kemasan produk UMKM akan memberikan rasa kepercayaan bagi konsumen. Termasuk bagi para wisatawan yang berkunjung ke destinasi seperti deswita.
Tahun ini, pihaknya menargetkan tercapainya gerakan Wajib Halal Oktober (WHO). Gerakan ini mendorong seluruh pelaku UMKM di Indonesia sudah memiliki sertifikat halal pada Oktober 2026 mendatang.
"Kami masih ada kuota sebanyak 6 ribu sertifikat halal gratis untuk pelaku UMKM di DIY," kata Haikal.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Imam Pratanadi mengatakan Deswita Jatimulyo bisa menjadi percontohan bagi deswita lain terkait sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Sebab adanya sertifikat halal juga berpengaruh pada pendapatan pelaku UMKM.
Menurutnya, Jatimulyo bisa menjadi contoh bahwa kekuatan desa wisata tak hanya dari pemandangan alam dan tradisi budayanya, tapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Termasuk dalam menghasilkan produk berkualitas.
"Saat mampu menjaga kualitas dan kepercayaan pada produk disertai dengan layanan yang baik, akan jadi jalan pemberdayaan bagi masyarakat," jelas Imam.(alx)