TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mencatat adanya kenaikan penyembelihan hewan kurban pada momen Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi dibanding pada tahun sebelumnya.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menyebut, pada momen Iduladha 2026 ada 26.963 hewan kurban yang disembelih, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya 23.334 hewan kurban yang disembelih.
"Secara total ada peningkatan sekitar 3.629 hewan kurban yang disembelih saat Iduladha tahun 2026 dibandingkan Iduladha tahun 2025," kata Joko, Minggu (31/5/2026).
Dikatakannya, rincian hewan kurban yang disembelih pada Iduladha 2026 berupa 6.364 sapi, 5.531 kambing, dan 15.068 domba. Sementara itu, hewan kurban yang disembelih tahun sebelumnya yakni 6.526 sapi, 5.784 kambing, dan 11.024 domba.
Dari jumlah itu, hewan kurban yang paling banyak disembelih yakni jenis domba. Lain halnya dengan hewan kurban jenis sapi yang mengalami penurunan penyembelihan.
"Kalau dilihat data jumlah hewan kurban yang disembelih saat Iduladha tahun 2025 dan 2026 maka jumlah hewan kurban sapi menurun dan hewan kurban domba meningkat tajam," ujar Joko.
Kendati demikian, Joko menyebut bahwa penyembelihan kurban jenis sapi turun bukan disebabkan kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Kata Joko, kondisi itu dikarenakan kemantapan hati para shohibul kurban untuk menyembelih hewan kurban Iduladha.
"Kalau kurban sapi itu kan bareng-bareng ya (tujuh orang), nah kalau domba kan sendiri-sendiri. Ya mungkin mantap yang kurban sendiri saja dibandingkan bareng dengan shohibul kurban lainnya," jelas dia.
Di sisi lain, dari total penyembelihan hewan kurban tersebut ditemukan 493 kasus infeksi cacing hati atau fasciola. Berbeda dengan pada tahun 2025 lalu yang hanya ada 437 cacing hati.
Terbanyak, kasus cacing hati ditemukan pada hewan kurban sapi dengan jumlah 352 kasus. Kemudian, disusul 110 kasus cacing hati pada hewan kurban domba dan 31 kasus cacing hati pada hewan kurban kambing.
"Tapi, kami sudah menerjunkan petugas untuk melakukan pengawasan saat penyembelihan hewan kurban. Kemudian, bagian yang terkena cacing hati disarankan untuk tidak dikonsumsi. Itu dibuang. Yang tidak terkena cacing hati masih bisa dikonsumsi setelah dimasak," tutup Joko.(nei)