‘Saya Senang Antonio Conte Pergi’ - Kevin De Bruyne Lega dengan Kepergian Pelatih Napoli dan Ungkap Beratnya Musim Debut di Serie A
Rina Kusumawati May 31, 2026 08:58 PM

Kevin De Bruyne berbicara secara terbuka mengenai musim debutnya yang penuh tantangan bersama Napoli, dan mengakui bahwa ia merasa lega dengan kepergian pelatih Antonio Conte. Bintang asal Belgia itu kesulitan menampilkan performa terbaiknya di bawah sistem kaku pelatih asal Italia tersebut, dan kini mengungkapkan konflik gaya bermain yang mewarnai masa singkat mereka bersama di Stadio Diego Armando Maradona.

Gesekan Taktis di Maradona

Hubungan antara pemain kreatif dan pelatih yang berdisiplin tinggi dalam pertahanan sering kali sulit berjalan mulus, dan pengalaman De Bruyne bersama Conte tidak menjadi pengecualian. Gelandang asal Belgia itu bergabung dengan Napoli pada musim panas 2025 secara bebas transfer setelah 10 tahun bersejarah bersama Manchester City, di mana ia memenangkan semua trofi utama termasuk enam gelar Liga Primer dan satu trofi Liga Champions. Dalam wawancaranya dengan surat kabar Belgia, Het Nieuwsblad, sang playmaker Napoli tidak menahan diri saat menjelaskan mengapa ia gagal menampilkan statistik kelas dunia seperti biasanya di musim perdananya di Serie A.

“Sebenarnya saya pikir semuanya berjalan cukup baik di awal, dan bahkan ketika saya kembali, level permainan saya masih cukup bagus,” ujarnya. “Namun tentu saja sulit bagi saya karena Conte memiliki pandangan sepak bola yang sangat berbeda dengan saya; kita tidak perlu bertele-tele soal itu.”

Benturan Filosofi Sepak Bola

Keluhan utama De Bruyne berkaitan dengan posisinya di dalam tim serta pendekatan negatif yang diterapkan oleh mantan pelatih Chelsea dan Tottenham tersebut. Potensi individunya terhambat oleh sistem yang lebih mengutamakan kekokohan pertahanan dibandingkan kebebasan berkreasi, membuatnya hanya tampil dalam 21 pertandingan di semua kompetisi. Musimnya juga terganggu oleh cedera hamstring kambuhan yang memaksanya absen dalam beberapa periode penting. Meski masih mampu mencetak lima gol dan empat assist, musim tersebut tetap menjadi pengalaman yang mengecewakan bagi sang gelandang kreatif.

Pemain berusia 34 tahun itu merasa dirinya tidak pernah bermain di posisi terbaiknya, dan menyatakan: “Saya tidak pernah benar-benar bisa bermain di posisi saya. Ya, begitulah adanya. Saya selalu memberikan yang terbaik. Saya bermain cukup banyak, bahkan setelah cedera, jadi bagi saya semuanya sebenarnya baik-baik saja.”

Ia menambahkan: “Kami bermain sangat defensif. Jika Anda hanya mencetak satu gol setiap pertandingan dalam formasi 5-4-1... itu tidaklah ideal. Di awal tahun, kami juga bermain sangat dalam. Pencetak gol terbanyak kami hanya mencetak 10 gol, jadi ya, Anda tahu statistiknya tidak mendukung, tapi dari segi permainan, saya pikir masih cukup oke.”

Lega atas Kepergian Conte

Setelah Conte meninggalkan Partenopei melalui kesepakatan bersama di akhir musim—meski berhasil membawa klub finis di posisi kedua—De Bruyne tidak menyembunyikan perasaannya terhadap perubahan tersebut. Sang gelandang veteran tampak bersemangat menyambut arah taktik baru untuk klub, sekaligus mengonfirmasi bahwa suasana di balik layar memang sudah sulit bagi pemain dengan karakter sepertinya.

Saat ditanya secara langsung apakah ia senang pelatih kepala tersebut meninggalkan klub, De Bruyne memberikan jawaban jujur. “Apakah saya senang Conte pergi? Bagi saya, ya. Menurut saya, dia memang tidak perlu bertahan,” ucapnya.

Masa Depan De Bruyne di Napoli Masih Tanda Tanya

Meski perubahan pelatih telah terjadi, masa depan jangka panjang De Bruyne di Napoli masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Dengan hanya tersisa satu tahun dalam kontraknya saat ini, pemain internasional Belgia itu mencari kejelasan dari pihak manajemen klub sebelum memutuskan bertahan satu musim lagi di Italia, terutama setelah pengalaman berat yang dialaminya selama 12 bulan terakhir.

Berbicara mengenai langkah berikutnya dan kemungkinan memperpanjang kontrak, De Bruyne menyampaikan kehati-hatiannya berdasarkan pengalaman sebelumnya. “Apakah saya akan bertahan? Saya pikir penting untuk berbicara lebih dulu soal gaya bermain,” ujarnya. “Saya menyadari tahun ini bahwa gaya bermain sangat penting bagi saya. Sepak bola juga harus tetap menyenangkan, dan sayangnya, saya agak kehilangan hal itu. Saya masih punya satu tahun kontrak, tapi saya ingin berbicara dengan klub. Tahun lalu juga ada pembicaraan, katanya kami akan bermain dengan cara tertentu, melakukan ini dan itu, tapi pada akhirnya sedikit sekali yang terwujud, dan tentu saja itu sangat disayangkan.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.