Ketahuan Selingkuh dengan Istri Sahabat, Pemuda di Empat Lawang Tewas Ditombak
Dedi Qurniawan May 31, 2026 10:20 PM

Tragedi berdarah akibat cinta segitiga menggemparkan warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan (Sumsel). Hubungan terlarang seorang pemuda dengan istri sahabatnya sendiri berakhir tragis di ujung mata tombak.

Pemuda bernama Agmi (35) tewas di tangan sahabatnya sendiri, Idham Dermawan (35), pada Kamis (28/5/2026) dini hari sekira pukul 00.30 WIB. Korban merupakan warga Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, sementara pelaku bersama istrinya, Pipin Desmini, tinggal di Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo.

Agmi tewas mengenaskan di dapur rumah Idham setelah perselingkuhannya dengan Pipin terendus. Emosi yang tak terbendung membuat sang sahabat gelap mata dan merencanakan sebuah jebakan maut.

Kebaikan yang Dibalas Pengkhianatan Cinta Segitiga

Di mata Idham, Agmi bukanlah sekadar tetangga desa atau kenalan biasa. Korban dikenal sebagai sosok teman lama yang sangat dekat dengan keluarga pelaku. Saking eratnya hubungan tersebut, Idham kerap mempersilakan Agmi bertamu hingga larut malam, bahkan menumpang tidur dan menginap di kediamannya.

Kedekatan masa lalu ini diakui langsung oleh Idham saat rilis kasus di Polres Empat Lawang.

"Saya kenal, malah dekat. Dia itu teman saya dari lama, pernah menginap dan tidur di rumah saya," kenang pelaku, Idham.

Namun, kebaikan dan kepercayaan yang diberikan Idham diduga disalahgunakan. Tingginya intensitas pertemuan di rumah tersebut justru melahirkan benih-benih cinta segitiga antara korban dan istri pelaku.

Siasat Menyamar di Facebook Messenger dan Video Call Maut

Berdasarkan keterangan Kabag Ops Polres Empat Lawang, Kompol Nusirwan, dalam konferensi pers Jumat (29/5/2026), peristiwa ini bermula dari kecurigaan Idham terhadap gelagat istrinya. Pelaku mencium adanya hubungan gelap setelah menduga istrinya sering bertukar pesan dengan Agmi melalui aplikasi Facebook Messenger.

Idham sempat menyita ponsel milik istrinya untuk membaca isi percakapan tersebut. Namun, usaha pertamanya gagal karena aplikasi meminta proses pemulihan chat yang terlindungi oleh PIN keamanan.

Tak kehabisan akal, Idham kemudian menyusun rencana dengan mengirimkan pesan rindu kepada korban menggunakan ponsel sang istri.

Tak lama berselang, korban merespons dengan melakukan panggilan video (video call).

Di bawah ancaman Idham, Pipin terpaksa mengangkat panggilan video tersebut.

Dalam percakapan itu, Agmi yang telanjur didera rasa rindu mengaku ingin datang berkunjung tengah malam itu juga.

Bagi Agmi, bertandang ke rumah Idham di larut malam bukanlah hal yang aneh karena ia sudah terbiasa dengan lingkungan rumah sang sahabat.

Faktor "teman akrab" inilah yang membuat kewaspadaan korban hilang sepenuhnya terhadap jebakan maut yang tengah menantinya.

Detik-Detik Serangan Brutal di Pintu Dapur

Usai komunikasi jarak jauh tersebut, pelaku memancing korban agar segera datang ke rumahnya. Begitu Agmi tiba, Idham menyuruh istrinya untuk membukakan pintu belakang bagian dapur.

Kronologi penyerangan brutal ini dijabarkan secara rinci oleh pihak kepolisian saat konferensi pers.

"Saat korban tiba di rumah tersebut, pelaku menyuruh istrinya membukakan pintu belakang bagian dapur. Setelah istrinya berlari ke ruang tamu, korban yang baru masuk ke dapur langsung ditombak oleh pelaku,” ungkap Nusirwan.

Korban sempat mencoba membela diri dengan mengeluarkan senjata tajam miliknya, namun Agmi kalah cepat. Pelaku menyerang secara bertubi-tubi dengan menikam tubuh korban berkali-kali menggunakan pisau hingga korban ambruk dan tewas di tempat.

“Setelah memastikan korban tewas, pelaku melarikan diri ke arah Kota Lubuklinggau,” kata Nusirwan.

Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi dan Mengaku Puas

Pelarian Idham tidak berlangsung lama. Keesokan harinya, pelaku akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setelah aparat berhasil membujuk pihak keluarga pelaku guna menghindari aksi balas dendam dari keluarga korban.

Keberadaan pelaku yang kini telah diamankan dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Empat Lawang, Iptu Ariyanto.

“Iya benar, pelaku sudah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Saat ini pelaku telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Di hadapan penyidik, Idham secara blak-blakan mengakui semua perbuatannya. Meski menyadari tindakannya melanggar hukum, terselip rasa lega karena rasa penasarannya selama ini telah terjawab.

“Puas hati karena tidak ada lagi rasa penasaran, tapi saya mengakui jika saya salah membunuh itu salah, tidak sengaja saya melakukan itu,” ucap Idham.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.